Example 728x250
Geografi

Waspadai Rumah di Sekitar Aliran Sungai, Ahli Ungkap Bahayanya

8
×

Waspadai Rumah di Sekitar Aliran Sungai, Ahli Ungkap Bahayanya

Share this article

Hati-hati, Rumah di Sekitar Aliran Sungai Bisa Berisiko Ambruk

Di tengah perkembangan urbanisasi yang pesat, banyak masyarakat memilih tinggal di dekat aliran sungai karena akses yang mudah dan suasana yang sejuk. Namun, keputusan ini bisa berujung pada risiko serius, seperti ambruknya bangunan rumah akibat erosi tanah atau longsoran. Sebuah insiden baru-baru ini mengingatkan kita akan bahaya tersebut.

Beberapa waktu lalu, sebuah rumah di Kabupaten Bandung tiba-tiba mengalami kerusakan parah hingga lantainya jebol. Salah satu penghuninya dilaporkan hilang, diduga terbawa arus sungai yang menggerus fondasi rumah. Kejadian ini menunjukkan pentingnya memperhatikan aturan dalam pembangunan rumah di area dekat aliran sungai.

Bahaya Rumah Dekat Sungai

proses erosi tanah di sekitar sungai

Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto, rumah yang berada terlalu dekat dengan sungai memiliki risiko tinggi terkena dampak erosi atau longsor. Aliran air yang deras dapat menggerus tanah di bawah bangunan, sehingga menyisakan ruang kosong yang berpotensi membuat lantai rumah jebol.

“Rumahnya lama-lama menggantung, lama-lama ambruk karena fondasi rumah tersebut terbawa arus sungai,” ujar Teguh saat diwawancarai oleh detikProperti.

Aturan Jarak Bebas Bangunan di Sekitar Sungai

peta zona jarak bebas bangunan di sekitar sungai

Untuk mencegah hal-hal semacam ini, ada aturan jarak bebas bangunan yang harus diperhatikan. Menurut Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2015, jarak aman antara bangunan dan sungai adalah 3 meter untuk wilayah perkotaan yang sudah memiliki tanggul. Namun, jika sungai tidak bertanggul, jaraknya bisa mencapai 10-30 meter, tergantung kedalaman sungai.

“Ada garis sepanjang sungai yang mestinya ada jarak bebas bangunan. Jadi rumah itu tidak boleh langsung di pinggir sungai untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini (lantai ambruk),” tambah Teguh.

Konstruksi yang Kuat dan Fondasi yang Kokoh

lantai rumah dengan struktur beton bertulang

Selain aturan jarak, konstruksi bangunan juga harus kuat dan mampu menahan pergerakan tanah. Direktur Komersial Mortar Indonesia Taufiq Hidayat menjelaskan bahwa fondasi rumah di sekitar sungai harus dalam dan kokoh agar mampu menahan tekanan dari aliran air.

“Makanya kalau misalnya ada rumah di pinggir tebing, di pinggir sungai, itu fondasinya harus dalam,” ujarnya.

Pentingnya Beton Bertulang

Konstruksi lantai yang kuat juga menjadi kunci keselamatan. Tanpa beton bertulang, lantai rumah berisiko jebol jika tanah di bawahnya tergerus. “Kalau konstruksi lantainya beton bertulang, walaupun di bawah tanahnya itu tergerus, dia akan tetap menahan lantai di atasnya,” katanya.

Kecelakaan di Desa Cilame

lokasi kejadian di desa cilame

Insiden yang terjadi di Desa Cilame, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, merupakan contoh nyata dari risiko tersebut. Enok, seorang ibu berusia sekitar 43 tahun, dilaporkan hilang setelah lantai rumahnya tiba-tiba jebol dan ia terbawa arus Sungai Cijagra.

“Kejadiannya kemarin sekitar jam 16.00 WIB. Jadi seorang ibu-ibu usia kurang lebih 43 tahun, dia mau ke air. Namun WC-nya maupun dapurnya jebol, di bawahnya aliran sungai, sehingga dugaan hanyut ke dalam Sungai Cijagra,” kata Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman.

Pertanyaan Mengenai Rumah dan Properti?

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang konstruksi, pembiayaan, atau masalah lain terkait properti, detikProperti siap membantu. Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui link berikut.

FAQ

Apa saja risiko yang terjadi jika rumah terlalu dekat dengan sungai?

Risiko utama termasuk erosi tanah, longsoran, dan kerusakan fondasi yang bisa menyebabkan lantai jebol atau bangunan ambruk.

Bagaimana cara mencegah kerusakan rumah di sekitar sungai?

Pastikan rumah dibangun sesuai aturan jarak bebas bangunan dari sungai, gunakan konstruksi yang kuat, dan pastikan fondasi kokoh.

Apakah semua sungai memiliki aturan jarak bebas bangunan?

Ya, namun aturan ini bisa berbeda tergantung kondisi sungai, apakah sudah memiliki tanggul atau tidak.

Apa yang dimaksud dengan beton bertulang?

Beton bertulang adalah campuran beton dan baja yang digunakan untuk memperkuat struktur bangunan, terutama lantai dan fondasi.

Bagaimana cara mengetahui apakah rumah saya aman dari bahaya sungai?

Anda bisa berkonsultasi dengan ahli arsitektur atau insinyur sipil untuk mengecek kondisi tanah dan struktur bangunan.

Kesimpulan

Kehidupan di dekat aliran sungai memang menawarkan keindahan dan kenyamanan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada risiko yang harus diperhatikan. Dari aturan jarak bebas bangunan hingga konstruksi yang kuat, setiap aspek harus dipertimbangkan agar kehidupan di sekitar sungai tetap aman dan nyaman. Semoga insiden seperti yang terjadi di Desa Cilame bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *