Example 728x250
Daerah

Tiga Jembatan Gantung di Kalbar yang Baru Diresmikan dengan Nilai Rp 15,1 Miliar

6
×

Tiga Jembatan Gantung di Kalbar yang Baru Diresmikan dengan Nilai Rp 15,1 Miliar

Share this article

Jembatan Gantung di Kalbar, Perkuat Konektivitas dan Akses Warga

Pembangunan infrastruktur jembatan gantung di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan utama dalam upaya pemerintah meningkatkan aksesibilitas antar desa. Tiga jembatan yang baru saja diresmikan ini mampu memangkas waktu tempuh warga dan mempercepat mobilitas ekonomi lokal. Proyek yang dibiayai APBN ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Tiga Jembatan Gantung yang Diresmikan

Pemotretan jembatan gantung di daerah terpencil Kalimantan Barat

Tiga jembatan gantung yang resmi dioperasikan adalah Jembatan Gantung Desa Sebadak, Jembatan Gantung Desa Sumber Sari, dan Jembatan Gantung Desa Ratu Damai. Ketiganya terletak di tiga kecamatan berbeda, yaitu Kecamatan Ketungau Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, dan Kecamatan Ketungau Hilir. Masing-masing jembatan memiliki panjang yang berbeda, dengan total biaya pembangunan mencapai Rp15,1 miliar.

Pembangunan yang Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat

Warga setempat melintasi jembatan gantung yang baru dibangun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa jembatan gantung merupakan bagian dari infrastruktur kerakyatan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Jembatan ini tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kondisi geografis wilayah Sintang yang terdiri dari lereng, bukit, dan sungai seringkali menghambat akses antar desa. Dengan adanya jembatan gantung, warga tidak lagi harus melewati jalur yang lebih jauh dan berbahaya.

Anggaran dan Pelaksana Proyek

Dokumen anggaran proyek jembatan gantung di Kalimantan Barat

Setiap jembatan memiliki anggaran dan penyedia jasa yang berbeda. Jembatan Gantung Desa Sebadak sepanjang 84 meter dibangun oleh PT Puga Mandiri Group dengan anggaran Rp3,8 miliar dari APBN TA 2021. Sementara itu, Jembatan Gantung Desa Sumber Sari yang lebih panjang (120 meter) dikerjakan oleh CV Asri Karya dengan biaya Rp8,6 miliar dari APBN TA 2022-2023. Terakhir, Jembatan Gantung Desa Ratu Damai sepanjang 84 meter dibangun oleh PT Varia Indah Lestari dengan anggaran Rp2,7 miliar dari APBN TA 2018.

Dampak Jangka Panjang

Wisatawan melintasi jembatan gantung di Kalimantan Barat

Dengan adanya ketiga jembatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial. Mobilitas warga akan lebih cepat, sehingga akses ke pasar, sekolah, dan layanan kesehatan semakin mudah. Selain itu, pengembangan pariwisata dan pertanian juga bisa berkembang karena akses transportasi menjadi lebih baik.

Peresmian yang Melibatkan Banyak Pihak

Peresmian ketiga jembatan dilakukan oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, didampingi Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah 1 Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Nyoman Suaryana, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Handiyana, serta Wakil Bupati Sintang Melkianus. Acara tersebut berlangsung di Desa Sebadak, Kecamatan Ketungau Hulu, pada Jumat (6/10/2023).

FAQ

Apa tujuan dari pembangunan jembatan gantung di Kalimantan Barat?

Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki konektivitas antar desa dan mempermudah mobilitas warga.

Siapa yang membangun ketiga jembatan tersebut?

Jembatan gantung diresmikan oleh Kementerian PUPR dengan bantuan penyedia jasa seperti PT Puga Mandiri Group, CV Asri Karya, dan PT Varia Indah Lestari.

Bagaimana dampak jembatan gantung terhadap ekonomi masyarakat?

Jembatan ini diharapkan mempercepat akses ke pasar, sekolah, dan layanan kesehatan, sehingga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.

Berapa total biaya pembangunan ketiga jembatan?

Total biaya pembangunan ketiga jembatan mencapai Rp15,1 miliar.

Kapan jembatan gantung ini diresmikan?

Peresmian dilakukan pada Jumat (6/10/2023) di Desa Sebadak, Kecamatan Ketungau Hulu.

Kesimpulan

Proyek pembangunan tiga jembatan gantung di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, merupakan langkah penting dalam memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, jembatan ini diharapkan menjadi tulang punggung dalam perekonomian daerah dan memastikan akses yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *