Rumah Seken Dekat Stasiun di Jakarta Makin Menarik, Nilainya Tembus Rp 10 Miliar
Pengembangan infrastruktur transportasi umum di Jakarta terus berjalan, dan dampaknya sangat terasa pada sektor properti. Salah satu aspek yang menonjol adalah meningkatnya nilai properti di sekitar stasiun KRL, LRT, dan MRT. Hal ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi penghuni, tetapi juga menjadi daya tarik investasi yang menjanjikan.
Kehadiran stasiun transportasi massal telah mengubah pola hidup masyarakat. Akses yang mudah ke pusat-pusat bisnis dan tempat-tempat penting membuat lokasi dekat stasiun semakin diminati. Pemerintah pun mempercepat pembangunan proyek Transit Oriented Development (TOD) untuk memaksimalkan potensi tersebut. Seiring dengan itu, harga properti di area-area strategis ini terus meningkat, bahkan mencapai angka fantastis.
Tren Harga Rumah Seken di Sekitar Stasiun

Berdasarkan data dari Rumah123 per Februari 2026, harga rumah seken di dekat stasiun KRL, MRT, dan LRT memiliki variasi yang signifikan. Berikut rincian median harga berdasarkan wilayah:
Area KRL Commuter Line
Area sekitar stasiun KRL menawarkan pilihan yang beragam, cocok untuk segmen masyarakat menengah. Di stasiun “Inner City” seperti Tebet, Cawang, dan Kalibata, harga rumah seken berkisar antara Rp 3,5 hingga 5 miliar. Lokasi ini dekat dengan pusat bisnis, sehingga sangat diminati.
Sementara itu, stasiun “Border” seperti Lenteng Agung, Tanjung Barat, Cakung, dan Klender menawarkan harga lebih rendah, sekitar Rp 1,5-2 miliar. Meski lebih murah, lokasi ini tetap menarik karena akses yang baik ke pusat kota.
Area MRT

Jalur MRT yang baru dibangun menawarkan potensi tinggi. Medan yang strategis dan dekat dengan CBD menjadikan properti di sekitar stasiun MRT sangat bernilai. Median harga rumah di area jalur Selatan (Lebak Bulus – Bundaran HI) mencapai Rp 10,5 miliar. Sedangkan di jalur Fase 2 (Harmoni – Kota), meski belum sepenuhnya beroperasi, harga mulai naik akibat antisipasi akses ke CBD.
Area LRT

LRT Jabodetabek dan LRT Jakarta memiliki perbedaan harga yang jelas. Di area Jakarta Selatan atau Pusat, seperti Kuningan dan Dukuh Atas, median harga rumah seken mencapai Rp 10 miliar. Sementara itu, di area perbatasan Jakarta Timur seperti Ciracas atau Harjamukti, harga masih relatif lebih rendah, sekitar Rp 3,1 miliar.
Di koridor LRT Jakarta (Kelapa Gading – Velodrome – Manggarai), pengembangan rute ke Manggarai membuat area seperti Rawamangun dan Pulomas semakin diminati. Median harga berkisar antara Rp 4,5-6 miliar.
Strategi Investasi Properti di Sekitar Stasiun

Meskipun lahan kosong semakin langka, masih ada opsi rumah seken yang bisa dipertimbangkan. Bagi yang ingin tinggal di kawasan TOD, memilih rumah dekat stasiun bisa menjadi pilihan cerdas. Selain menghemat waktu dan biaya transportasi, properti di area ini cenderung tahan terhadap inflasi dan memiliki potensi pertumbuhan yang stabil.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa manfaat tinggal di dekat stasiun?
Tinggal di dekat stasiun memudahkan mobilitas, menghemat waktu, dan meningkatkan nilai properti.
Mengapa harga rumah dekat stasiun tinggi?
Karena akses yang mudah ke pusat bisnis dan fasilitas umum, serta permintaan yang tinggi dari masyarakat.
Apakah investasi properti di dekat stasiun menguntungkan?
Ya, karena potensi pertumbuhan harga yang stabil dan permintaan pasar yang kuat.
Bagaimana cara memilih rumah seken dekat stasiun?
Perhatikan lokasi, kondisi bangunan, dan akses transportasi. Pastikan juga adanya kelengkapan legalitas.
Apa tantangan dalam membeli rumah seken dekat stasiun?
Keterbatasan lahan kosong dan harga yang relatif tinggi. Namun, banyak opsi yang tersedia di pasar.
Penutup
Properti dekat stasiun di Jakarta tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga potensi investasi yang besar. Dengan peningkatan infrastruktur transportasi dan permintaan yang tinggi, harga rumah seken di area ini terus bertumbuh. Jika Anda sedang mencari hunian strategis, pertimbangkanlah opsi rumah dekat stasiun. Ini bukan hanya pilihan yang praktis, tetapi juga investasi yang cerdas.












