Example 728x250
Geografis

Ratusan Hewan Laut Purba Dilepas ke Alam, Ahli IPB Soroti Konservasi yang Tepat

6
×

Ratusan Hewan Laut Purba Dilepas ke Alam, Ahli IPB Soroti Konservasi yang Tepat

Share this article

Di tengah upaya memperkuat konservasi satwa langka, ratusan belangkas atau kepiting tapal kuda dilepaskan kembali ke habitat alaminya. Hewan purba yang dikenal dengan julukan ‘fosil hidup’ ini telah bertahan selama ratusan juta tahun, namun kini menghadapi ancaman dari perdagangan ilegal dan perubahan ekosistem. Pakar dari IPB University menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam proses pelepasliaran agar tidak merusak keseimbangan alami di pesisir.

Konservasi Bukan Sekadar Melepas ke Laut

para ahli memeriksa kondisi kesehatan belangkas sebelum dilepas ke laut

Pelepasliaran satwa laut purba seperti belangkas bukan sekadar tindakan sederhana. Menurut Prof Yusli Wardiatno, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, setiap tahapan konservasi harus dilakukan dengan pendekatan multidisipliner. “Konservasi tidak hanya tentang melepaskan satwa ke laut, tetapi melibatkan analisis biologis, ekologis, dan teknis secara terpadu,” ujarnya.

Sebelum pelepasan, kondisi fisik dan kesehatan individu belangkas menjadi prioritas utama. Mereka harus bebas dari cedera dan stres agar mampu beradaptasi kembali di lingkungan alaminya. Selain itu, ukuran tubuh dan fase hidup juga dipertimbangkan, karena kedua faktor tersebut menentukan peluang kelangsungan hidup mereka setelah dilepaskan.

Lokasi Pelepasan yang Tepat

tim peneliti IPB University melakukan pemantauan pasca-pelepasan belangkas

Pemilihan lokasi pelepasan sangat penting dalam proses konservasi. Prof Yusli menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti jenis substrat dasar laut, salinitas, kedalaman perairan, serta dinamika arus harus dipertimbangkan. “Pelepasan idealnya dilakukan di habitat yang masih relatif baik dan minim gangguan manusia,” tambahnya.

Lokasi yang tepat akan membantu belangkas untuk segera melakukan perilaku alaminya, seperti mencari makan, bergerak secara lokal, dan bagi individu dewasa, berpartisipasi dalam siklus reproduksi. Dengan demikian, pelepasan tidak hanya menjadi tindakan sementara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan populasi mereka.

Perlu Kolaborasi dan Pemantauan Pascapelepasliaran

Keberhasilan konservasi tidak bisa diukur dari jumlah individu yang dilepaskan, tetapi dari kemampuan satwa tersebut untuk bertahan hidup dan menjalankan fungsi ekologisnya. Prof Yusli menekankan pentingnya pemantauan pascapelepasliaran. “Pemantauan ini mencakup pengamatan populasi, kondisi habitat, hingga munculnya individu muda di alam sebagai indikator keberhasilan jangka panjang,” jelasnya.

Pemantauan ini harus dilakukan secara berkala dan kolaboratif antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga konservasi, dan masyarakat pesisir. Dengan kerja sama yang baik, upaya konservasi dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

Pendekatan Jangka Panjang untuk Perdagangan Ilegal

masyarakat pesisir bersama tim konservasi dalam kegiatan sosialisasi perlindungan belangkas

Perdagangan ilegal belangkas menjadi salah satu tantangan utama dalam konservasi. Prof Yusli menilai, cara penanganannya harus disertai pendekatan jangka panjang berbasis riset dan edukasi publik. “Masyarakat pesisir perlu diposisikan sebagai mitra konservasi. Dengan pemahaman yang baik tentang nilai ekologis dan status perlindungan belangkas, upaya pelestarian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah belangkas termasuk hewan yang dilindungi?

Ya, belangkas atau kepiting tapal kuda merupakan hewan yang dilindungi oleh undang-undang karena keunikan dan keberhargaannya dalam ekosistem laut.

Bagaimana cara memastikan keberhasilan pelepasliaran?

Keberhasilan pelepasliaran dapat diukur dari kemampuan satwa untuk bertahan hidup dan menjalankan fungsi ekologisnya di alam. Pemantauan pasca-pelepasan sangat penting untuk memastikan hal ini.

Apa peran masyarakat pesisir dalam konservasi belangkas?

Masyarakat pesisir memiliki peran penting sebagai mitra konservasi. Edukasi dan kesadaran mereka tentang pentingnya perlindungan belangkas akan mendukung upaya konservasi yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Konservasi belangkas adalah upaya kompleks yang membutuhkan pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas sektor. Dengan pemantauan yang ketat dan partisipasi aktif masyarakat, upaya penyelamatan satwa purba ini dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Semangat konservasi ini harus terus dipertahankan agar generasi mendatang dapat menikmati kekayaan alam Indonesia yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *