Example 728x250
none

Profesor di AS Terkejut Banyak Mahasiswa Gen Z Tidak Bisa Membaca, Ini Penyebabnya

5
×

Profesor di AS Terkejut Banyak Mahasiswa Gen Z Tidak Bisa Membaca, Ini Penyebabnya

Share this article

Profesor di AS Kaget Banyak Gen Z Tak Bisa Baca saat Kuliah, Ini Penyebabnya

Di tengah perubahan yang terjadi di dunia pendidikan, sejumlah dosen di Amerika Serikat mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemampuan membaca generasi muda. Banyak mahasiswa Generasi Z (Gen Z) dilaporkan kesulitan memahami teks akademik, bahkan untuk kalimat sederhana. Fenomena ini menyebabkan para pengajar harus menyesuaikan metode pengajaran dan standar akademik.

Dosen Terpaksa Menurunkan Standar Akademiknya

Profesor sedang mengajar di kelas universitas

Jessica Hooten Wilson, profesor sastra di Universitas Pepperdine, mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa Gen Z tidak mampu membaca dengan baik. Ia menyatakan bahwa masalah ini bukan hanya tentang ketidakmampuan berpikir kritis, tetapi lebih pada kesulitan dalam memahami struktur kalimat.

Wilson menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud menurunkan standar akademik, tetapi mencari pendekatan pedagogis yang lebih efektif. Salah satu cara yang ia terapkan adalah membaca bersama di dalam kelas, di mana mahasiswa membaca teks secara bergiliran dan mendiskusikannya baris demi baris.

Tren Membaca yang Menurun di AS

Mahasiswa menggunakan ponsel di kelas universitas

Fenomena ini mencerminkan tren yang lebih luas di Amerika Serikat. Data dari survei YouGov menunjukkan bahwa warga AS berusia 18 hingga 29 tahun rata-rata hanya membaca 5,8 buku dalam setahun. Selain itu, hampir separuh populasi AS tidak membaca satu pun buku sepanjang 2025.

Timothy O’Malley, profesor teologi di Universitas Notre Dame, menambahkan bahwa mahasiswa kini sering kali tidak siap untuk tugas membaca. Ia mengkritik sistem pendidikan yang terlalu fokus pada ujian standar, sehingga melatih siswa untuk memindai informasi daripada benar-benar memahami teks kompleks.

Penggunaan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya

Mahasiswa menggunakan aplikasi AI untuk bacaan

Menurut O’Malley, banyak mahasiswa kini mengandalkan ringkasan berbasis kecerdasan buatan (AI), sehingga kehilangan esensi dari bacaan yang ditugaskan. Ia menilai bahwa pendidikan yang terlalu fokus pada hasil ujian membuat siswa kurang terbiasa dengan membaca dalam konteks akademik.

Ia juga menyoroti bahwa kebiasaan membaca dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu, bukan sebagai aktivitas yang menyenangkan. Hal ini berdampak pada rendahnya minat dan daya tahan dalam membaca teks akademik.

Tantangan Pendidikan di Masa Depan

Dosen sedang diskusi dengan mahasiswa di kelas

Penurunan kebiasaan membaca ini disebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kepercayaan diri dan daya tahan dalam membaca teks akademik. Para dosen kini harus beradaptasi dengan metode pengajaran yang lebih inovatif untuk mengatasi masalah ini.

Banyak dosen menyadari bahwa mereka harus terus berinovasi dalam mengajarkan literasi. Pendekatan baru seperti membaca bersama atau penggunaan teknologi digital menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa.

FAQ

Apa penyebab Gen Z kesulitan membaca?

Beberapa faktor termasuk fokus pada ujian standar, penggunaan kecerdasan buatan, serta kurangnya kebiasaan membaca yang menyenangkan.

Bagaimana dosen menyesuaikan metode pengajaran?

Dosen seperti Jessica Hooten Wilson dan Timothy O’Malley mengganti metode pembelajaran dengan pendekatan yang lebih interaktif, seperti membaca bersama di kelas.

Apakah kebiasaan membaca semakin menurun di AS?

Ya, data menunjukkan bahwa hampir separuh populasi AS tidak membaca satu pun buku dalam setahun.

Bagaimana dampak penurunan literasi terhadap pendidikan?

Dampaknya meliputi rendahnya kepercayaan diri dan daya tahan dalam membaca teks akademik, yang memengaruhi kualitas pendidikan.

Apa solusi yang bisa diambil untuk meningkatkan literasi?

Solusi termasuk penggunaan teknologi, pendekatan pengajaran yang lebih inovatif, serta penguatan kebiasaan membaca sejak dini.

Kesimpulan

Masalah literasi di kalangan Gen Z di AS menjadi isu penting yang perlu segera diatasi. Dosen-dosen kini harus beradaptasi dengan metode pengajaran yang lebih fleksibel untuk memastikan mahasiswa mampu memahami teks akademik. Dengan pendekatan yang tepat, harapan besar dapat diwujudkan agar generasi muda lebih percaya diri dalam membaca dan belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *