Example 728x250
Education Regional

Pilih Pulang Kampung, Lulusan Sekolah Inggris Bangun Sekolah Murah

6
×

Pilih Pulang Kampung, Lulusan Sekolah Inggris Bangun Sekolah Murah

Share this article

Pria Alumni Kampus Inggris Bangun Sekolah Murah di Nganjuk, Jadi Inspirasi Masyarakat

Seorang alumnus kampus ternama di Inggris berhasil menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia melalui inisiatif pendidikan. Mirza Idham Saifuddin, lulusan University of Warwick, dianugerahi Studi UK Alumni Awards Indonesia 2026 dalam kategori Social Action berkat kontribusinya membangun Yayasan Chony Zamani di Nganjuk, Jawa Timur. Sekolah ini menawarkan biaya pendidikan yang sangat terjangkau, hanya Rp 90 ribu per bulan, dan telah membantu banyak siswa yang hampir putus sekolah.

Dari Kuliah di Inggris Hingga Terinspirasi Membangun Sekolah

Mirza mengaku bahwa kuliah di luar negeri bukan sekadar tentang gelar atau pengalaman hidup. Baginya, ilmu yang didapat harus bermanfaat bagi sekitarnya. Selama menempuh studi S2 di University of Warwick dengan beasiswa Chevening Scholarship, ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mempelajari sistem pendidikan di sana.

“Ketika saya di Warwick, saya menggunakan privilege itu tidak hanya untuk kuliah, tetapi untuk visit ke industri secara langsung, ngobrol dengan CEO-nya, ngobrol dengan orang-orang yang punya kepentingan atau dia punya posisi penting di perusahaan,” ujarnya.

Mengambil Sistem Pendidikan Inggris untuk Sekolah di Indonesia

Mirza juga memperhatikan sistem pendidikan gratis yang ada di Inggris. Ia mengamati bagaimana sistem tersebut bisa diterapkan di Indonesia. “Bagaimana sistemnya, seperti apa. Bagaimana dia bisa cover tuition fee-nya dengan gratis, di sana kan gratis kan, terus habis itu bagus. Itulah yang aku ambil, copy-paste yang ada di UK ke sekolah Nganjuk,” jelasnya.

Meski tidak mempelajari pendidikan saat S2, hasil observasinya tentang sistem pendidikan di Inggris mendorongnya untuk membangun sekolah yang mirip dengan model yang ada di sana.

Perjalanan Membangun Sekolah yang Berkelanjutan

Sebelum pulang dari Inggris, Mirza sudah mendirikan yayasan pendidikan sejak 2011. Namun, sekolah pertamanya sempat tutup karena beberapa alasan, termasuk gaji guru yang kurang layak. “Terus habis itu 2011 mulai start lagi, dan itu sebenarnya struggling. Gaji gurunya tidak layak, kita jujur-jujuran aja di situ,” katanya.

Akhirnya, Mirza memutuskan untuk mendirikan koperasi dengan sistem berkelanjutan. Dengan model ini, ia mampu menjalankan sekolah yang berkembang dan memberikan biaya pendidikan yang terjangkau. “Dan mereka bayarnya cuma Rp 90.000 per bulannya dengan 400 siswa in total,” tambahnya.

Keprihatinan terhadap Anak-Anak di Nganjuk

Mirza membangun sekolah ini karena keprihatinannya terhadap anak-anak di Nganjuk yang kesulitan mengakses pendidikan. Salah satu kasus ekstrem yang ia tangani adalah kembar tiga yang orang tuanya bunuh diri. “Dia tuh kita bantu financial support sampai gede,” katanya.

Transparansi Anggaran sebagai Kunci Sukses

Menurut Mirza, salah satu tantangan utama dalam pendidikan adalah gaji guru yang rendah. Ia melihat bahwa masalah ini bisa diselesaikan jika anggaran transparan. “Jadi kalau di UK itu kan, dia modelnya adalah sistem transparansi keuangan. Nah kita itu kalau misalkan mengelola sekolah, keuangannya tidak transparan. Dari pemerintah dapatnya berapa, dari SPP dapatnya berapa,” jelasnya.

Di sekolahnya saat ini, Mirza menerapkan transparansi anggaran. Sehingga gaji-gaji guru bisa lebih terjamin dan layak. “Punya aku 3 tahun semuanya bisa sertifikasi. Makanya kalau sertifikasi tambah gaji-gaji, TPG-nya bisa 4-5 juta. Di UMR yang 2,1 juta,” tambahnya.

Penghargaan dan Inspirasi bagi Generasi Muda

Berkat kontribusi besar dalam membangun sekolah, Mirza dianugerahi Studi UK Alumni Awards Indonesia 2026 bidang Social Action. Ia menjadi inspirasi bagi anak muda yang ingin memberi dampak nyata bagi masyarakat.

(Read also: [Berita tentang beasiswa Chevening Scholarship])

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan dari Yayasan Chony Zamani?

Yayasan Chony Zamani dibangun untuk menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau bagi masyarakat di Nganjuk, Jawa Timur.

Bagaimana sistem pendidikan di sekolah ini?

Sekolah ini menerapkan sistem berkelanjutan dengan biaya hanya Rp 90 ribu per bulan dan menerapkan transparansi anggaran untuk memastikan kesejahteraan guru.

Apa yang membuat Mirza terinspirasi untuk membangun sekolah ini?

Mirza terinspirasi oleh sistem pendidikan gratis di Inggris yang ia amati selama studi di University of Warwick.

Apa penghargaan yang diterima Mirza?

Mirza dianugerahi Studi UK Alumni Awards Indonesia 2026 dalam kategori Social Action.

Bagaimana cara sekolah ini membantu siswa yang hampir putus sekolah?

Sekolah ini memberikan biaya pendidikan yang murah dan bantuan finansial kepada siswa yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *