Example 728x250
5 Mengguncang Pacitan."None of the listed places are suitable categories for the title "Penyebab Gempa M 5

Penyebab Gempa M 5,5 Mengguncang Pacitan

6
×

Penyebab Gempa M 5,5 Mengguncang Pacitan

Share this article

Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, BMKG Ungkap Penyebabnya

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pagi. Getaran yang terjadi terasa hingga ke sejumlah kota seperti Yogyakarta dan Bali. Meski gempa terasa kuat, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami akibat peristiwa ini.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.20.44 WIB. Lokasi episenter berada di darat, 24 kilometer arah Tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer. Dari hasil analisis, gempa disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng tektonik.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa menengah. “Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik (
thrust fault
) yang terjadi akibat tekanan antar lempeng,” ujarnya.

Lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia bertemu di selatan Jawa

Wilayah selatan Jawa dikenal sebagai daerah rawan gempa karena pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas tektonik ini sering kali memicu pelepasan energi dalam bentuk gempa. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG juga menyatakan bahwa tidak ada indikasi adanya gempa susulan. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Daryono.

Peta sebaran gempa bumi di Jawa Timur

Meski gempa tidak menimbulkan dampak signifikan, masyarakat diimbau tetap waspada. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa. BMKG merekomendasikan untuk selalu memperhatikan informasi resmi dan menghindari kepanikan.

Mengapa Gempa Terjadi di Wilayah Ini?

Proses subduksi lempeng tektonik di sekitar Jawa

Pertemuan dua lempeng tektonik utama, yaitu Indo-Australia dan Eurasia, menjadi penyebab utama gempa di wilayah Jawa. Proses subduksi, di mana lempeng laut Indo-Australia meluncur ke bawah lempeng benua Eurasia, sering kali memicu gempa dalam skala besar.

Gempa M 5,7 yang terjadi di Pacitan merupakan contoh dari aktivitas tektonik yang terjadi secara alami. Meskipun tidak berdampak besar, kejadian ini menjadi pengingat bahwa wilayah Jawa memiliki risiko gempa yang tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi?

Tips keselamatan saat menghadapi gempa bumi

Meski gempa tidak menimbulkan kerusakan, penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah keselamatan saat gempa terjadi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Cari tempat aman – Segera berlindung di bawah meja atau struktur kokoh jika sedang di dalam ruangan.
  2. Jauhi jendela dan benda berbahaya – Hindari area dekat kaca, rak, atau benda yang bisa jatuh.
  3. Jangan menggunakan lift – Gunakan tangga darurat jika harus keluar dari bangunan.
  4. Siaga setelah gempa – Perhatikan informasi resmi dari BMKG dan siapkan perlengkapan darurat.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Gempa

Apa penyebab gempa M 5,7 di Pacitan?

Gempa disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng tektonik, khususnya mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Apakah gempa ini berpotensi tsunami?

Tidak. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Apakah ada gempa susulan?

Hingga saat ini belum ada indikasi adanya gempa susulan.

Bagaimana cara menghadapi gempa?

Segera cari tempat aman, hindari benda berbahaya, dan ikuti informasi resmi dari BMKG.

Apakah wilayah Jawa rentan gempa?

Ya, Jawa merupakan wilayah yang aktif secara tektonik karena pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Kesimpulan

Gempa M 5,7 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, adalah bukti bahwa wilayah ini masih aktif secara tektonik. Meski tidak menimbulkan kerusakan parah, kejadian ini mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memahami tindakan pencegahan saat gempa terjadi.

BMKG terus memantau aktivitas tektonik dan memberikan informasi akurat agar masyarakat dapat merespons dengan tepat. Dengan peningkatan kesadaran akan risiko gempa, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.

(Read also: [Artikel tentang gempa di Jawa Timur])

(Read also: [Tips menghadapi gempa bumi])

(Read also: [Peran BMKG dalam memantau gempa])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *