Example 728x250
Local Government

Pengurus MUI Periode 2025-2030 Diumumkan

5
×

Pengurus MUI Periode 2025-2030 Diumumkan

Share this article

Pemimpin Baru MUI 2025-2030: Anwar Iskandar Kembali Jadi Ketua Umum

Pada hari Sabtu (7/2/2026), Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengumumkan susunan pengurus periode 2025-2030. Pengumuman ini dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai bagian dari proses penyusunan struktur organisasi yang akan memimpin lembaga keagamaan terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Anwar Iskandar, yang kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI.

Anwar Iskandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025, kembali dipercaya untuk memimpin organisasi tersebut. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Dewan Pimpinan MUI yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini berdasarkan pedoman dasar dan rumah tangga organisasi serta kebijakan internal MUI.

Struktur Kepengurusan MUI 2025-2030

Susunan pengurus MUI 2025-2030

Susunan pengurus MUI periode 2025-2030 terdiri dari berbagai lapisan, termasuk Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan. Dalam struktur tersebut, Anwar Iskandar tetap menjadi ketua umum, sementara Cholil Nafis, Anwar Abbas, dan Marsyudi Syuhud menjadi Wakil Ketua Umum. Di bawahnya, terdapat 21 Ketua-Ketua yang masing-masing memiliki bidang tugas spesifik.

Sekretaris Jenderal MUI kembali dipegang oleh Amirsyah Tambunan, sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal terdiri dari 20 nama, termasuk Aminuddin Yakub dan Muhammad Ziyad. Sementara itu, Bendahara Umum MUI diisi oleh Misbahul Ulum, dengan beberapa bendahara tambahan yang juga tercantum dalam struktur organisasi.

Dewan Pertimbangan MUI: Tokoh-Tokoh Berpengaruh

Majelis Ulama Indonesia rapat pengukuhan pengurus 2025-2030

Selain Dewan Pimpinan, MUI juga memiliki Dewan Pertimbangan yang terdiri dari tokoh-tokoh ulama ternama. Nama-nama seperti Nasaruddin Umar, Jimly Asshiddiqie, dan Hamdan Zoelva masuk dalam daftar anggota Dewan Pertimbangan. Mereka akan memberikan pandangan dan pertimbangan strategis bagi kebijakan MUI di masa mendatang.

Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI adalah Sad Ibrahim, dengan Wakil Sekretaris antara lain Zainut Tauhid Sa’adi dan Zulfa Mustofa. Struktur ini diharapkan dapat memperkuat konsensus dan arah kebijakan MUI secara nasional.

Proses Penetapan dan Keberlanjutan Organisasi

Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa keputusan tentang kepengurusan MUI telah disusun sesuai dengan pedoman dasar dan peraturan organisasi. Ia juga menegaskan bahwa jika diperlukan perubahan atau penyesuaian, MUI akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan dinamika organisasi.

“Apabila terdapat kekeliruan atau muncul kebutuhan dan perkembangan organisasi akan kami lakukan perubahan seperlunya sesuai kebutuhan organisasi,” jelas Amirsyah.

Peran MUI dalam Konteks Keagamaan dan Sosial

Dengan kepemimpinan Anwar Iskandar dan struktur organisasi yang terbentuk, MUI diharapkan dapat lebih aktif dalam membimbing masyarakat dalam menjalankan ajaran Islam secara moderat dan inklusif. Selain itu, lembaga ini juga akan terus berperan dalam menangani isu-isu sosial, seperti kerukunan antarumat beragama, pendidikan keagamaan, dan perlindungan hak asasi manusia.

FAQ

Apa tugas utama Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

MUI bertugas sebagai lembaga yang memberikan fatwa dan bimbingan agama Islam kepada masyarakat, serta memastikan implementasi ajaran Islam yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Bagaimana struktur organisasi MUI?

Struktur MUI terdiri dari Dewan Pimpinan, Dewan Pertimbangan, Sekretariat, dan berbagai komisi serta lembaga yang menangani bidang-bidang spesifik.

Siapa saja anggota Dewan Pertimbangan MUI 2025-2030?

Anggota Dewan Pertimbangan MUI meliputi tokoh-tokoh seperti Nasaruddin Umar, Jimly Asshiddiqie, dan Hamdan Zoelva.

Bagaimana proses penetapan pengurus MUI?

Penetapan pengurus MUI dilakukan berdasarkan keputusan Dewan Pimpinan, sesuai dengan pedoman dasar dan rumah tangga organisasi.

Apa tujuan MUI dalam memimpin periode 2025-2030?

Tujuan MUI adalah memperkuat peran organisasi dalam membimbing masyarakat, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan menjawab tantangan keagamaan di era modern.

Kesimpulan

Pengukuhan pengurus MUI periode 2025-2030 menandai awal baru bagi lembaga yang berperan penting dalam kehidupan beragama masyarakat Indonesia. Dengan kepemimpinan Anwar Iskandar dan struktur organisasi yang kuat, MUI diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, MUI akan tetap menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *