Example 728x250
Kota

Pengembang Perumahan Mulai Tertarik pada Hunian Vertikal Ke Masa Depan

8
×

Pengembang Perumahan Mulai Tertarik pada Hunian Vertikal Ke Masa Depan

Share this article

Pengembang perumahan yang sebelumnya fokus pada pembangunan rumah tapak kini mulai melirik konsep hunian vertikal. Hal ini dilakukan karena semakin banyak masyarakat yang memilih tinggal di rumah susun sebagai alternatif hunian yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Direktur Utama Pesona Kahuripan, Angga Budi Kusuma, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempelajari model hunian vertikal. Ia menilai bahwa tren ini akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, terutama karena minimnya lahan untuk pembangunan rumah tapak di kawasan perkotaan.

“Saya pribadi memiliki tantangan di tahun ini, karena kayaknya mau nggak mau saya harus belajar bermain di rumah vertikal,” ujar Angga saat hadir dalam acara Anugerah Forwapera 2026 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

pengembang perumahan membangun hunian vertikal di pinggiran kota

Angga juga menyarankan kepada para pengembang lainnya untuk mulai memperhatikan hunian vertikal. Menurutnya, pembangunan rumah susun bisa menjadi solusi yang efektif, terutama di daerah pinggiran kota yang masih memiliki lahan cukup luas.

“Kalau rumah susun itu salah satu solusi untuk menciptakan rumah susun subsidi di pinggiran kota, untuk menciptakan pasar baru menurut saya dan menciptakan pasar baru di tengah minimnya lahan di perkotaan,” tambahnya.

masyarakat memilih hunian vertikal sebagai pilihan utama

Meski demikian, Angga tetap optimis bahwa potensi pasar untuk rumah tapak atau landed house masih sangat besar. Ia percaya bahwa program rumah subsidi serta kebijakan pemerintah seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan terus mendukung pertumbuhan pasar tersebut.

“Potensi rumah tapak itu atau landed house menurut saya masih sangat besar. Saya selalu optimis kenapa perumahan subsidi akan lebih menyala dan lebih besar lagi karena kita sekarang sudah punya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” jelasnya.

pengembang perumahan menghadiri acara industri properti

Menurut Angga, banyak masyarakat yang masih memandang rumah tapak sebagai pilihan utama dalam membeli rumah. Oleh karena itu, ia yakin bahwa pasar hunian tapak akan terus berkembang di masa depan.

Selain itu, Angga juga menyebutkan bahwa penambahan kuota rumah subsidi serta kebijakan pemerintah yang dinilai pro rakyat akan meningkatkan permintaan pasar untuk hunian subsidi di tahun 2026.

“Kuota untuk rumah subsidi ini juga ditambah dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang memang dari pemerintah itu pro rakyat,” tutupnya.

pengembang perumahan menghadiri acara bisnis properti

Tren Hunian Vertikal di Masa Depan

Tren hunian vertikal semakin diminati oleh masyarakat urban. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan lahan di kota-kota besar dan kebutuhan akan hunian yang lebih hemat ruang. Pengembang perumahan mulai melihat peluang besar dalam pembangunan rumah susun, terutama di daerah pinggiran kota yang masih memiliki ruang untuk pengembangan.

  1. Ketersediaan Lahan: Di kota-kota besar, lahan untuk pembangunan rumah tapak semakin langka. Ini membuat pengembang beralih ke konsep hunian vertikal yang lebih efisien dalam penggunaan ruang.
  2. Permintaan Pasar: Banyak masyarakat kini lebih memilih tinggal di rumah susun karena biaya yang lebih terjangkau dan akses yang lebih mudah ke pusat-pusat layanan.
  3. Dukungan Pemerintah: Kebijakan pemerintah seperti FLPP dan program rumah subsidi memberikan insentif bagi pengembang dan calon pembeli.

Keuntungan Hunian Vertikal

Hunian vertikal menawarkan beberapa keuntungan yang membuatnya semakin populer:

  • Efisiensi Ruang: Rumah susun memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas.
  • Akses Mudah: Lokasi yang strategis sering kali berdekatan dengan fasilitas umum seperti sekolah, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah.
  • Biaya Lebih Terjangkau: Dibandingkan rumah tapak, harga hunian vertikal cenderung lebih murah, terutama untuk kalangan menengah bawah.

[Image suggestion: hunian vertikal di kawasan pinggiran kota]

Pertumbuhan Pasar Rumah Tapak

Meskipun tren hunian vertikal sedang naik daun, pasar rumah tapak tetap menjadi primadona. Angga Budi Kusuma menjelaskan bahwa permintaan untuk rumah tapak tidak akan hilang, terutama karena adanya program rumah subsidi dan kebijakan pemerintah yang mendukung.

  1. Program Subsidi: Pemerintah terus memperluas kuota rumah subsidi, sehingga masyarakat dengan pendapatan menengah bawah bisa membeli rumah.
  2. Kebijakan Pro Rakyat: Beberapa kebijakan seperti FLPP dan pembiayaan perumahan yang lebih fleksibel membantu masyarakat dalam membeli rumah.
  3. Minat Masyarakat: Banyak orang masih menginginkan rumah tapak karena kesan lebih nyaman dan privasi yang lebih baik.

Pandangan Pengembang

Pengembang perumahan seperti Pesona Kahuripan mengakui bahwa mereka sedang mempelajari model hunian vertikal. Namun, mereka tetap optimis bahwa pasar rumah tapak akan tetap tumbuh, terutama jika pemerintah terus mendukung kebijakan yang pro rakyat.

“Kami siap belajar tentang hunian vertikal, tapi kami tetap percaya bahwa rumah tapak akan terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat,” ujar Angga.

[Image suggestion: pengembang perumahan menghadiri acara bisnis properti]

FAQ

Q: Apa perbedaan antara rumah tapak dan hunian vertikal?

A: Rumah tapak adalah bangunan yang berdiri sendiri di atas tanah, sedangkan hunian vertikal adalah rumah yang dibangun secara bertingkat, seperti apartemen atau rusunawa.

Q: Mengapa pengembang mulai melirik hunian vertikal?

A: Karena keterbatasan lahan di kota-kota besar dan permintaan masyarakat yang meningkat terhadap hunian yang lebih hemat ruang dan biaya.

Q: Apa manfaat dari program rumah subsidi?

A: Program ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah bawah untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau.

Q: Bagaimana perkembangan pasar rumah tapak di masa depan?

A: Pasar rumah tapak tetap akan tumbuh, terutama dengan dukungan pemerintah melalui kebijakan seperti FLPP dan program subsidi.

Q: Apakah hunian vertikal akan menggantikan rumah tapak?

A: Tidak sepenuhnya, karena setiap jenis hunian memiliki kelebihan dan kebutuhan masing-masing. Keduanya bisa saling melengkapi.

[Image suggestion: pengembang perumahan merancang hunian vertikal]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *