Example 728x250
Geografis

Menteri Dalam Negeri: Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Berbeda dengan Tsunami Aceh 2004

25
×

Menteri Dalam Negeri: Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Berbeda dengan Tsunami Aceh 2004

Share this article

Menteri Dalam Negeri: Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Berbeda dengan Tsunami Aceh 2004

Bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera, khususnya banjir bandang dan longsor, memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian dalam wawancaranya dengan detikcom, Sabtu (7/2/2026). Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada sumber bencana, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan daerah yang terkena.

Perbedaan Sumber Bencana

Wilayah Sumatera terdampak banjir bandang dan longsor

Tito menjelaskan bahwa tsunami Aceh 2004 berasal dari laut, sehingga menyerang daerah-daerah pesisir secara merata. “Kota Banda Aceh, Meulaboh, Pidie, dan sejumlah daerah lainnya mengalami dampak yang hampir serupa,” ujarnya. Bencana ini terjadi dalam satu gelombang besar yang menghancurkan banyak wilayah sekaligus.

Sementara itu, bencana banjir dan longsor di Sumatera lebih bersifat tersebar atau scattered. “Ini karena faktor hidrometeorologi, yaitu curah hujan tinggi yang terus-menerus, sehingga debit air mengalir ke dataran rendah dan tinggi, menyebabkan kerusakan di beberapa titik,” jelas Tito.

Dampak yang Tidak Merata

Jalan raya di wilayah Sumatera yang terganggu akibat bencana

Bencana kali ini, menurut Tito, tidak merata di seluruh provinsi. Contohnya, daerah seperti Aceh Tamiang mengalami dampak yang sangat berat, sedangkan kota-kota seperti Langsa dan Takengon relatif aman. “Dari Aceh Tamiang, kita bisa langsung masuk ke kota Langsa, dan di sana hanya ada air saja, lalu segera ditangani sendiri. Begitu juga dengan Takengon, tidak ada masalah,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa wilayah Gayo Lues terlihat lancar, meskipun akses jalan terputus. “Pasar dan jalan umum masih berjalan normal, tapi akses tertentu terganggu,” jelas Tito.

Persiapan Logistik untuk Daerah Terisolasi

Stok logistik yang disiapkan untuk daerah terdampak bencana

Untuk memastikan ketersediaan logistik di daerah yang terisolasi akibat bencana, Tito telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran dan Kepala Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. “Daerah yang berpotensi terkurung harus memiliki stok minimal tiga bulan,” ujarnya.

Menurut Tito, persiapan ini bertujuan agar masyarakat tidak panik jika terjadi hal serupa. “Jika terjadi, masyarakat sudah siap, pemerintah juga tidak perlu khawatir karena logistik sudah tersedia selama tiga bulan. Itu cukup untuk membuka akses,” lanjutnya.

Upaya Pemulihan dan Rekonstruksi

Tim tanggap darurat melakukan pemulihan di lokasi bencana

Selain persiapan logistik, pemerintah juga fokus pada proses pemulihan dan rekonstruksi pasca-bencana. Tito menyebutkan bahwa pihaknya telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. Tujuannya adalah mempercepat pemulihan infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kita akan terus memantau kondisi daerah-daerah yang terkena dampak, serta memastikan semua kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Tito.

FAQ

Apa perbedaan utama antara bencana di Sumatera dan tsunami Aceh 2004?

Bencana di Sumatera lebih bersifat tersebar akibat curah hujan tinggi, sedangkan tsunami Aceh 2004 menyerang daerah pesisir secara merata.

Bagaimana pemerintah mempersiapkan logistik untuk daerah terisolasi?

Pemerintah telah memastikan setiap daerah yang berpotensi terisolasi memiliki stok logistik minimal selama tiga bulan.

Apa tujuan pembentukan Satgas PRR Pascabencana Sumatera?

Tujuannya adalah mempercepat proses pemulihan infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Apakah daerah-daerah di Sumatera terkena dampak bencana secara merata?

Tidak, bencana ini terjadi secara terpecah-pecah, sehingga tidak semua daerah di provinsi terkena dampak yang sama.

Bagaimana masyarakat bisa mempersiapkan diri menghadapi bencana?

Masyarakat disarankan untuk memahami risiko bencana di daerahnya masing-masing dan menyiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air minum, dan obat-obatan.

Kesimpulan

Bencana banjir dan longsor di Sumatera menunjukkan bahwa setiap bencana memiliki ciri khas dan dampak yang berbeda. Meski berbeda dari tsunami Aceh 2004, upaya pemerintah dalam pemulihan dan persiapan logistik tetap menjadi prioritas. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, masyarakat dapat tetap tenang dan stabil di tengah situasi sulit. Pemahaman akan karakteristik bencana lokal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *