Example 728x250
Geografis Bencana Alam

Melihat aktivitas warga di Sintang saat banjir mulai surut

5
×

Melihat aktivitas warga di Sintang saat banjir mulai surut

Share this article



Sintang, Kalimantan Barat – Banjir yang melanda kawasan Sintang selama hampir sebulan mulai mengalami penurunan. Warga kini tampak kembali beraktivitas dengan membersihkan area rumah dan jalan dari sisa genangan air. Kondisi ini menandai awal pemulihan setelah banjir yang merendam wilayah tersebut selama empat pekan.

Warga Mulai Bersihkan Rumah dan Jalan

mobil terendam banjir sintang

Setelah banjir perlahan surut, banyak warga Sintang yang kembali ke rumah mereka untuk melakukan pembersihan. Di beberapa titik, terlihat masyarakat menggunakan alat sederhana seperti sapu dan ember untuk mengangkat sisa air yang masih tertinggal. Proses ini tidak hanya dilakukan di dalam rumah, tetapi juga di jalanan yang sempat tergenang.

Beberapa pengendara motor dan mobil kembali melintasi Jalan PKP Mujahidin di Kota Sintang. Jalanan yang sebelumnya tidak bisa dilewati kini mulai kembali normal. Namun, beberapa bagian masih terlihat basah dan butuh waktu lebih lama untuk benar-benar kering.

(Read also: Banjir di Kalbar: Warga Berjuang Menghadapi Musim Hujan)

Kerusakan Akibat Banjir Terlihat Jelas

Meski banjir mulai surut, kerusakan yang ditimbulkan masih terlihat. Salah satunya adalah sebuah anjungan tunai mandiri (ATM) yang rusak akibat terendam air. Hal ini menunjukkan betapa parahnya dampak banjir terhadap infrastruktur kota.

Selain itu, banyak mobil yang terdampak banjir. Petugas Perumdam Tirta Senentang dan Paldam XII/Tanjungpura turun tangan untuk mengevakuasi kendaraan yang terjebak di parit. Proses evakuasi ini membutuhkan waktu dan tenaga ekstra karena beberapa mobil terendam cukup dalam.

Aktivitas Warga Kembali Normal

warga membersihkan sisa banjir sintang

Kembalinya aktivitas warga menjadi indikasi bahwa kondisi di Sintang mulai pulih. Sejumlah mobil dan motor kembali melintasi jalan utama, meskipun masih ada beberapa titik yang perlu diperbaiki. Masyarakat tampak lebih percaya diri untuk kembali bekerja dan berbelanja.

Namun, proses pemulihan belum sepenuhnya selesai. Banyak warga masih membutuhkan bantuan dari pemerintah dan organisasi nirlaba untuk membersihkan rumah dan memperbaiki kerusakan. Selain itu, masyarakat juga khawatir akan kemungkinan banjir kembali terjadi jika musim hujan tidak berakhir dengan baik.

Dampak Banjir pada Ekonomi dan Kehidupan Harian

warga mengangkut air banjir sintang

Banjir yang berlangsung selama empat minggu memberikan dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari. Banyak usaha kecil dan menengah terganggu karena akses ke toko terbatas. Beberapa pelaku usaha bahkan harus tutup sementara waktu karena barang dagangan terendam air.

Selain itu, sistem transportasi juga terganggu. Jalan-jalan utama yang tergenang membuat mobilitas warga menjadi sulit. Meski kini banjir mulai surut, banyak warga masih memilih menghindari jalur yang baru saja kering karena takut terjebak lagi.

Pertanyaan Umum (FAQ)

warga membersihkan area banjir sintang

Apa penyebab banjir di Sintang?

Banjir di Sintang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta drainase yang tidak memadai. Wilayah ini juga memiliki topografi yang rentan terhadap genangan air.

Bagaimana dampak banjir terhadap masyarakat?

Dampak banjir mencakup gangguan kehidupan sehari-hari, kerusakan infrastruktur, dan gangguan ekonomi. Banyak warga kesulitan mengakses tempat kerja dan toko-toko.

Apakah banjir di Sintang sudah surut sepenuhnya?

Banjir di Sintang sudah mulai surut, namun beberapa daerah masih tergenang dan memerlukan waktu lebih lama untuk benar-benar kering.

Apa langkah pemerintah dalam mengatasi banjir?

Pemerintah setempat sedang memperbaiki drainase dan memastikan bantuan logistik tersalurkan kepada warga yang terdampak.

Bagaimana masyarakat bisa membantu pemulihan?

Warga dapat berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan lingkungan dan saling membantu sesama yang terdampak banjir.

Kesimpulan

Banjir yang melanda Sintang selama empat pekan telah meninggalkan jejak kerusakan yang signifikan. Namun, dengan upaya bersama dari warga dan pemerintah, kawasan ini mulai kembali bergerak. Proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan penuh dari berbagai pihak agar kondisi kembali normal.

Sebagai masyarakat, kita perlu tetap waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem yang bisa terjadi kembali. Dengan kesadaran dan kolaborasi, Sintang bisa bangkit lebih kuat dari krisis ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *