Kiprah Dewi Nur Aisyah: Menghadapi Pandemi dengan Data dan Ilmu
Di tengah tantangan global yang dihadapi seluruh dunia, seorang perempuan Indonesia mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam penanganan pandemi. Dewi Nur Aisyah, peraih Studi UK Alumni Awards Indonesia 2025 bidang Science and Suistainability Award, menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan luar negeri bisa menjadi fondasi untuk menghadapi masalah besar bangsa. Dari beasiswa hingga menjadi tokoh kunci dalam penanganan COVID-19, kisahnya menginspirasi banyak generasi muda.
Dari UI ke Kampus Terbaik di Inggris

Dewi memulai perjalanan akademiknya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Setelah menyelesaikan studi sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister di Imperial College London, salah satu perguruan tinggi terkemuka di dunia. Program Modern Epidemiology yang ia ambil pada 2010 masih jarang ditawarkan, namun hal ini justru membuatnya tertarik untuk menjajaki bidang baru yang sangat relevan dengan kondisi saat itu.
Pendidikan pascasarjana Dewi tidak lepas dari dukungan beasiswa pemerintah. Hal serupa ia terima ketika melanjutkan studi doktoral di University College London, di bidang Infectious Disease Epidemiology and Informatics. Pendidikan tersebut memberinya dasar kuat dalam memahami data dan riset ilmiah, yang kelak menjadi landasan utama dalam perannya sebagai pengambil kebijakan.
Peran Kunci dalam Penanganan Pandemi

Ketika wabah COVID-19 melanda, Dewi dipercaya bergabung dalam tim pakar nasional. Perannya sangat penting dalam menjembatani hasil riset ilmiah agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berbasis data dan bukti. Dalam waktu singkat, ia diangkat sebagai Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Gugus Tugas Nasional Penanganan COVID-19.
Ia langsung membangun sistem informasi terintegrasi untuk penanganan COVID-19 di Indonesia. Sistem ini menjadi tulang punggung pengelolaan data nasional, membantu pemerintah dalam mengambil keputusan secara cepat dan akurat. Kini, kiprahnya terus berlanjut di Kementerian Kesehatan, di mana ia menjabat sebagai pimpinan Transformasi Digital Layanan Kesehatan Primer dan Penanggulangan Penyakit.
Kuliah di Inggris Membentuk Kemampuan Analitis

Bagi Dewi, pengalaman belajar di Inggris menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan analitisnya. Lingkungan akademik yang kompetitif dan berorientasi pada riset memperkuat cara berpikirnya dalam menghadapi tantangan nyata. Ia juga mengapresiasi peran British Council yang membuka banyak peluang bagi mahasiswa Indonesia.
Selama menempuh studi doktoral, prestasinya bahkan mendapat pengakuan internasional. Ia berhasil meraih Six Travel Awards, penghargaan untuk riset terbaik yang diberikan kepada 5% peneliti teratas di dunia. Atas kontribusinya, ia dinobatkan sebagai penerima Study UK Alumni Awards Indonesia 2025 untuk kategori Science and Sustainability Award.
Perjalanan yang Penuh Tantangan

Di balik prestasi yang diraih, Dewi tak menyangkal bahwa perjalanan akademiknya di Inggris penuh tantangan. Ia harus menjalani masa itu bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai ibu yang membagi waktu antara keluarga dan tuntutan akademik. Di tengah kesibukan tersebut, ia bahkan masih sempat menulis tiga buku.
“Juggling lumayan banyak, tapi di tengah-tengah kondisi itu pun saya masih bisa menulis tiga buah buku,” ujarnya. Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa perempuan tidak terbatas oleh peran sebagai ibu atau istri. Dengan manajemen waktu yang baik, semua orang bisa mencapai impian mereka.
FAQ
Apa saja prestasi yang diraih Dewi Nur Aisyah?
Dewi Nur Aisyah meraih Studi UK Alumni Awards Indonesia 2025 untuk kategori Science and Sustainability Award. Ia juga menerima Six Travel Awards atas riset terbaiknya.
Bagaimana peran Dewi dalam penanganan pandemi?
Dewi memimpin Divisi Data dan TI Gugus Tugas Nasional Penanganan COVID-19. Ia membangun sistem informasi terintegrasi untuk pengelolaan data nasional.
Apa makna pendidikan di Inggris bagi Dewi?
Pendidikan di Inggris membentuk kemampuan analitis dan profesionalisme yang menjadi dasar dalam pekerjaannya sebagai epidemiolog.
Bagaimana Dewi mengatur waktu antara studi dan keluarga?
Meski menjalani studi doktoral sambil menjadi ibu, Dewi mampu menulis tiga buku dan tetap aktif dalam kegiatan profesional.
Apa pesan Dewi untuk generasi muda?
Dewi mengajak generasi muda untuk percaya pada diri sendiri dan mengelola waktu dengan baik agar bisa mencapai impian.
Kesimpulan
Dewi Nur Aisyah adalah contoh nyata bagaimana pendidikan luar negeri bisa menjadi pintu menuju kesuksesan. Dari beasiswa hingga menjadi sosok kunci dalam penanganan pandemi, kiprahnya menginspirasi banyak orang. Dengan semangat, dedikasi, dan kemampuan analitis yang kuat, ia membuktikan bahwa perempuan bisa mencapai apa pun yang diinginkan. Semangat seperti ini layak menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.










