Example 728x250
none

Kota Malang Jadi Pusat Pengembangan Benih Ayam Nasional

5
×

Kota Malang Jadi Pusat Pengembangan Benih Ayam Nasional

Share this article

Malang Jadi Pusat Pengembangan Bibit Ayam Nasional, Proyek Strategis untuk Kedaulatan Pangan

Di tengah tantangan pangan dan ketersediaan protein hewani yang terus meningkat, Kabupaten Malang kini menempati posisi penting dalam pengembangan perunggasan nasional. Proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dipimpin oleh BUMN ID Food melalui PT Berdikari, menjadikan wilayah ini sebagai pusat pembibitan Grand Parent Stock (GPS), fondasi utama dalam rantai produksi ayam nasional.

Proyek Strategis dengan Target Besar

Proses pembibitan ayam di Malang

Pada Jumat (6/2/2026), dilakukan groundbreaking fase pertama proyek tersebut di Kecamatan Ngajum, Malang. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda mengatakan bahwa GPS merupakan nenek dari bibit ayam potong maupun petelur. Dari sini akan lahir Parent Stock (induk), yang kemudian menghasilkan Final Stock atau ayam yang dipelihara peternak untuk dikonsumsi masyarakat.

Fokus pada Ekosistem Perunggasan Jawa

Teknologi modern dalam pembibitan ayam

Agung menegaskan, kabupaten Malang dipilih karena ekosistem perunggasan di Jawa sudah kuat. “Bibit dari Malang inilah yang nantinya akan dikirim untuk menghidupkan ekosistem-ekosistem baru di luar Pulau Jawa,” ujarnya.

Proyek ini tidak hanya sekadar membangun kandang biasa, tetapi juga menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan dan berkualitas. Target kapasitas awal adalah 18 ribu ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) yang akan menghasilkan hingga 130 juta ekor DOC (Day Old Chicken) final stock per siklus produksi.

Mendorong Kemandirian Peternak Rakyat

Peternak ayam di luar Jawa

Selama ini, disparitas harga dan ketersediaan bibit sering menjadi kendala bagi peternak kecil, terutama di luar Jawa. Dengan proyek ini, pemerintah berharap dapat menciptakan standar harga yang lebih adil dan kepastian pasokan.

“Bibit-bibit unggul dari Malang akan menjadi nyawa bagi peternak rakyat di 30 provinsi lainnya,” tambah Agung.

Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Kemasan produk daging ayam untuk MBG

Proyek ini juga bertujuan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan target tambahan produksi nasional sebesar 1,5 juta ton daging ayam per tahun, peran Malang sebagai penyedia bibit menjadi sangat vital.

“Fokus utama kita adalah menyuplai kebutuhan protein di lokasi-lokasi program makan bergizi. Dan itu dimulai dari ketersediaan bibit yang berkualitas dan berkelanjutan dari sini (Malang),” pungkas Agung.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski proyek ini menawarkan peluang besar, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Antara lain, ketersediaan tenaga ahli, infrastruktur pendukung, serta pengelolaan lingkungan. Namun, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan BUMN, proyek ini diyakini mampu memberikan dampak positif yang signifikan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Grand Parent Stock (GPS)?

Grand Parent Stock (GPS) adalah induk dari bibit ayam potong maupun petelur. Dari GPS akan lahir Parent Stock, yang kemudian menghasilkan Final Stock atau ayam yang dipelihara peternak untuk dikonsumsi masyarakat.

Mengapa Malang dipilih sebagai pusat pembibitan?

Kabupaten Malang dipilih karena ekosistem perunggasan di Jawa sudah kuat. Selain itu, Malang memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang memadai untuk mendukung proyek ini.

Bagaimana dampak proyek ini terhadap peternak rakyat?

Proyek ini diharapkan bisa menciptakan standar harga yang lebih adil dan kepastian pasokan bagi peternak rakyat, terutama di luar Jawa.

Apa tujuan dari proyek ini?

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan produksi daging ayam nasional dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Apa saja target kapasitas proyek ini?

Target kapasitas awal adalah 18 ribu ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) yang akan menghasilkan hingga 130 juta ekor DOC (Day Old Chicken) final stock per siklus produksi.

Penutup

Dengan proyek ini, Malang tidak hanya menjadi pusat pembibitan ayam nasional, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat. Dalam waktu dekat, proyek ini diharapkan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan peternak di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *