Example 728x250
none

Kehidupan yang Penuh Cinta dan Ambisi

6
×

Kehidupan yang Penuh Cinta dan Ambisi

Share this article

Awal yang Menarik

Band indie Indonesia, Reality Club, kembali mencuri perhatian publik setelah meraih prestasi internasional yang membanggakan. Tahun ini, mereka menjadi wakil negara di South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, sebuah festival musik ternama yang sering menjadi ajang bagi seniman global untuk menunjukkan bakat mereka. Selain itu, mereka juga baru saja memenangkan penghargaan Best Music Video: Asia Pacific di Munich Music Video Awards 2023 untuk video klip “Dancing in the Breeze Alone.”

Latar Belakang dan Perjalanan Band

Faiz dari Reality Club sedang bermain gitar

Reality Club, yang dibentuk oleh Faiz (vokal, gitar), Fathia (vokal), Nugi (bass), dan Era (drum), telah menunjukkan ambisi besar sejak debutnya pada 2016. Meski tidak terburu-buru untuk terkenal, mereka fokus pada penciptaan musik yang berkualitas dan sesuai dengan hati mereka. “Kita gak usah diundang festival sana-sini, yang penting kita gede sampai orang-orang nanya, ‘Kok Reality Club gak main ya?'” ujar Faiz.

Karya yang Menginspirasi

Fathia dari Reality Club sedang menyanyi

Lagu-lagu seperti “Is It the Answer,” “Telenovia,” dan “Anything You Want” telah menjadi viral di media sosial dan sering masuk nominasi penghargaan musik. Fathia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan mereka adalah kesetiaan terhadap perasaan dan ketulusan dalam berkarya. “Kita selalu pakai hati dalam menulis lagu, jadi mungkin itu juga alasannya Reality Club gak langsung naik. Karena kita ingin membuat musik yang kita suka,” katanya.

Prestasi yang Menggembirakan

Video klip Dancing in the Breeze Alone

Penghargaan di Munich Music Video Awards 2023 menjadi bukti nyata dari kerja keras dan ambisi Reality Club. Video klip “Dancing in the Breeze Alone” yang dikemas seperti film pendek dengan visual bergaya koboi berhasil memukau para juri. Nugi mengungkapkan bahwa dari awal, mereka memprioritaskan kualitas. “Kita memang dari awal mementingkan kualitasnya. Makannya untuk video klipnya dari awal kita sudah ambisius paling pol,” ujarnya.

Eksperimen Musik yang Berbeda

Era dari Reality Club sedang bermain drum

Selain itu, album keempat mereka juga menunjukkan eksperimen yang lebih personal dan percaya diri. Mereka mencoba untuk menghadirkan musik yang lebih autentik dan dekat dengan perasaan mereka sendiri. “Kami ingin membuat musik yang benar-benar kami sukai dan banggakan,” kata Era.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang membuat Reality Club unik?

Reality Club dikenal karena musik yang penuh makna dan kualitas tinggi. Mereka fokus pada ketulusan dalam berkarya, bukan hanya untuk terkenal.

Bagaimana proses pembuatan video klip “Dancing in the Breeze Alone”?

Video klip ini dikemas seperti film pendek dengan visual bergaya koboi, yang berhasil memukau para juri di Munich Music Video Awards 2023.

Apa rencana masa depan Reality Club?

Mereka akan terus berkarya dengan musik yang mereka sukai dan banggakan, serta berpartisipasi dalam berbagai festival musik internasional.

Penutup

Reality Club membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih melalui ketulusan dan kerja keras. Dengan musik yang penuh makna dan kualitas yang tinggi, mereka menjadi contoh inspiratif bagi banyak musisi muda di Indonesia. Dengan semangat dan visi yang jelas, Reality Club terus berjuang untuk memberikan dampak positif di industri musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *