Jakarta, 6 Februari 2026 – Harga properti di Jakarta terus mengalami fluktuasi, terutama untuk rumah seken. Berdasarkan data internal Rumah123 per Februari 2026, harga rata-rata rumah bekas di Ibu Kota mencapai angka yang sangat tinggi, dengan beberapa wilayah menembus kisaran miliaran rupiah.
Pemilik rumah di Jakarta masih menjadi impian banyak orang, terutama bagi para pekerja yang tinggal di kota ini. Namun, lahan yang terbatas membuat pembangunan rumah baru menjadi sulit. Akibatnya, kebanyakan masyarakat memilih membeli rumah lama atau dikenal dengan istilah “rumah seken”.

Menurut Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat menjadi yang paling mahal dalam penawaran rumah seken. Median harga di Jakarta Selatan mencapai Rp 9 miliar, sementara Jakarta Pusat berada di kisaran Rp 7,5 miliar. Hal ini disebabkan oleh status kedua wilayah tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi dan bisnis.
“Kedua wilayah ini memiliki daya tarik tinggi karena aksesibilitas dan fasilitas yang lengkap,” ujar Marisa. “Selain itu, kelangkaan lahan juga memengaruhi harga pasar.”
Sementara itu, Jakarta Utara juga menunjukkan angka median harga yang cukup tinggi, yaitu Rp 4,5 miliar. Wilayah ini dikenal sebagai area elit dan hunian kelas atas. Contohnya adalah Kelapa Gading, Pluit, dan PIK yang sering diincar oleh masyarakat dengan penghasilan tinggi.
![]()
Di sisi lain, wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi kalangan menengah. Median harga rumah di dua wilayah ini mencapai Rp 2,65 miliar dan Rp 2,9 miliar. Karakteristik wilayah yang didominasi oleh pemukiman murni membuat harga rumah di sini relatif lebih murah dibandingkan wilayah lain.
Ukuran rumah seken di Jakarta juga menarik perhatian. Berdasarkan data Rumah123, mayoritas rumah bekas yang tersedia memiliki luas tanah antara 251-500 meter persegi, yaitu sebesar 32,2 persen dari total listing. Sementara itu, rumah dengan ukuran di bawah 60 meter persegi sangat langka, hanya sekitar 0,4 persen dari total pasokan.

Marisa menjelaskan bahwa tren ini berbeda dengan wilayah satelit seperti Bodetabek, di mana suplai rumah kecil lebih melimpah. “Pasar rumah seken di Jakarta masih didominasi oleh rumah-rumah besar dengan tanah luas,” tambahnya.

Bagi calon pembeli, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan membeli rumah seken. Selain lokasi dan harga, kondisi bangunan serta lingkungan sekitar juga menjadi pertimbangan utama. Pasar properti Jakarta yang dinamis membutuhkan pengetahuan yang matang agar tidak terjebak dalam kesalahan investasi.
Baca juga: [Artikel tentang tips memilih rumah seken yang layak]
FAQ
-
Apa yang memengaruhi harga rumah seken di Jakarta?
Harga rumah seken dipengaruhi oleh lokasi, ukuran tanah, kondisi bangunan, dan permintaan pasar. Wilayah seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat biasanya memiliki harga yang lebih tinggi. -
Mengapa rumah kecil di bawah 60 meter persegi langka?
Rumah kecil dengan luas tanah di bawah 60 meter persegi jarang tersedia karena permintaan pasar yang rendah dan kebijakan penggunaan lahan yang lebih fokus pada hunian besar. -
Apakah membeli rumah seken lebih hemat daripada membangun rumah baru?
Tergantung pada situasi dan kebutuhan. Meskipun harga rumah seken bisa sangat tinggi, membeli rumah bekas sering kali lebih cepat dan praktis dibandingkan membangun dari nol.
Kesimpulan
Harga rumah seken di Jakarta tahun 2026 menunjukkan tren yang stabil, bahkan meningkat di beberapa wilayah. Meskipun harganya tinggi, permintaan tetap ada karena keterbatasan lahan dan kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman. Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah, penting untuk memperhatikan segala aspek sebelum melakukan pembelian.












