Example 728x250
Daerah

Gempa Bumi M 3.9 Terjadi di Sintang Akibat Aktivitas Sesar Adang

6
×

Gempa Bumi M 3.9 Terjadi di Sintang Akibat Aktivitas Sesar Adang

Share this article

Gempa bumi berkekuatan M 3.9 kembali mengguncang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Sabtu (31/1/2026) pukul 13.50 WIB. Peristiwa ini tercatat sebagai gempa tektonik yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Adang, salah satu zona patahan penting di wilayah tersebut. BMKG mencatat bahwa getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas II-III MMI, meski hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan.

Gempa Bumi Tektonik Akibat Aktivitas Sesar Adang

Sesar Adang Kalimantan Barat

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, gempa bumi yang terjadi memiliki parameter magnitudo 3.9 dan berlokasi di darat, tepatnya di koordinat 0.09° LU dan 111.76° BT. Episenter gempa berada sekitar 87 kilometer (km) Timur Sekadau, Kalbar, dengan kedalaman 15 km. Dari data tersebut, gempa bumi ini termasuk dalam jenis gempa dangkal yang umum terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik.

“Kedalaman hiposentrum dan lokasi episenter menunjukkan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Adang,” ujar Rasmid dalam keterangan resmi. Ia juga memastikan bahwa hingga pukul 14:17 WIB, tidak ada indikasi adanya gempa susulan atau aftershock.

Dampak dan Respons Masyarakat

warga Sintang merasakan gempa bumi

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas II-III MMI, yang berarti getaran terasa nyata dalam rumah dan terasa seperti ada truk melintas. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.

Rasmid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Ia menyarankan agar warga memeriksa kestabilan bangunan mereka dan menghindari area yang berpotensi rentan rusak akibat gempa. “Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tambahnya.

Riwayat Gempa di Wilayah Sintang

gempa bumi Sintang sebelumnya

Sebelumnya, Sintang juga pernah diguncang gempa bumi dengan skala lebih besar. Pada Jumat (23/1/2026), gempa bumi M 4.8 mengguncang wilayah Sekadau, dengan episenter berada di darat sekitar 89 km Timur Sekadau dan kedalaman 10 km. Getaran gempa ini dirasakan di Sekadau, Sintang, dan Melawi dengan intensitas III-IV MMI.

Salah satu warga Sintang, Suyanto Tanjung, anggota DPRD Kalbar, mengatakan bahwa rumahnya sempat rusak akibat gempa bumi M 4.8. Namun, pada gempa hari ini, ia menyatakan bahwa wilayah Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, tidak mengalami kerusakan.

Kesiapan dan Edukasi Masyarakat

edukasi masyarakat menghadapi gempa bumi

BMKG terus memantau aktivitas gempa bumi di wilayah Sintang dan sekitarnya. Para ahli geofisika menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko gempa bumi, terutama di daerah yang berada di dekat zona patahan aktif seperti Sesar Adang.

Pemerintah setempat juga terus melakukan sosialisasi tentang cara menghadapi gempa bumi, termasuk memastikan bangunan tahan gempa dan menjaga ketenangan saat terjadi gempa. Dengan peningkatan kesadaran dan kesiapan, masyarakat bisa lebih aman dalam menghadapi potensi bencana alam.

FAQ

Apa penyebab gempa bumi di Sintang?

Gempa bumi di Sintang disebabkan oleh aktivitas Sesar Adang, sebuah zona patahan aktif di Kalimantan Barat.

Apakah gempa bumi ini berbahaya?

Gempa bumi M 3.9 tidak menimbulkan kerusakan serius, namun masyarakat tetap diminta untuk waspada dan memeriksa kestabilan bangunan.

Bagaimana respons BMKG terhadap gempa bumi ini?

BMKG terus memantau aktivitas gempa dan memberi informasi resmi kepada masyarakat untuk menghindari panik dan isu yang tidak jelas sumbernya.

Apakah ada kemungkinan gempa susulan?

Hingga saat ini, tidak ada indikasi adanya gempa susulan atau aftershock.

Apa yang harus dilakukan masyarakat saat gempa terjadi?

Masyarakat diminta untuk tetap tenang, menjauhi bangunan retak, dan memastikan kestabilan tempat tinggal sebelum kembali ke dalam rumah.

Gempa bumi di Sintang menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana alam. Dengan pemantauan yang baik dan edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *