Example 728x250
none

Fakta-fakta Gus Idris Terlibat Kasus Pelecehan Model Modus Sumpah Pocong

5
×

Fakta-fakta Gus Idris Terlibat Kasus Pelecehan Model Modus Sumpah Pocong

Share this article

Pendahuluan: Kasus Pelecehan Seksual yang Menyeret Nama Gus Idris

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang pendakwah dan konten kreator ternama, Gus Idris, kini menjadi perhatian publik di Jawa Timur. Seorang model atau muse asal Malang mengunggah pengalamannya di media sosial, yang kemudian memicu perbincangan luas hingga menyeret nama tokoh masyarakat tersebut. Klarifikasi resmi dari Gus Idris pun langsung dilakukan, namun isu ini masih terus beredar. Berikut fakta-fakta terkini yang telah terungkap.

Awal Mula Unggahan di Media Sosial

model malang unggah pengalaman dugaan pelecehan seksual

Kasus ini dimulai dari unggahan akun Instagram @sovinovitav pada 3 Februari 2026, yang menyampaikan pengalaman pribadi tentang dugaan pelecehan seksual saat menerima tawaran sebagai talent shooting. Pengalaman ini tidak hanya menarik simpati warganet, tetapi juga memicu komentar-komentar yang mengarah ke Pondok Pesantren Gus Idris Thoriqul Jannah di Kabupaten Malang.

Klarifikasi Resmi dari Gus Idris

Gus Idris dampak reputasi industri kreatif

Menanggapi isu yang berkembang, Gus Idris memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @gusidrisofficial, pada 4 Februari 2026. Dalam video yang diunggahnya, ia menonaktifkan kolom komentar dan menyampaikan pernyataan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan fakta.

“Melalui pernyataan ini saya ingin menanggapi mengenai tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya,” ujarnya dalam video tersebut.

Dampak pada Reputasi dan Industri Kreatif

Gus Idris juga menyampaikan bahwa narasi yang berkembang di media sosial telah berdampak serius pada reputasi industri kreatif yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Ia menyebut framing yang muncul di media online dan media sosial telah merusak citra personal maupun profesionalnya.

“Diawali dengan narasi sosial media pada media online. Bahkan langsung melakukan framing kepada saya dan itu berdampak serius pada industri konten kreator yang kami rintis dari nol dengan reputasi. Kami sangat menghormati nilai-nilai etika dan keamanan setiap individu,” tambahnya.

Siap Kooperatif dengan Proses Hukum

polres malang penyelidikan dugaan pelecehan

Gus Idris menegaskan bahwa dirinya siap mengikuti proses hukum jika diperlukan, sebagai bentuk komitmen untuk mengungkap kebenaran secara objektif. Ia menyatakan tidak akan menghindar dari proses hukum dan siap bekerja sama dengan pihak berwenang demi penyelesaian kasus ini secara transparan.

“Oleh karena itu, saya siap bersikap kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku demi mengungkap kebenaran yang objektif,” tegasnya.

Penyelidikan oleh Polres Malang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Polres Malang mulai melakukan penyelidikan meski belum menerima laporan resmi dari pihak terduga korban. Langkah jemput bola dilakukan dengan menghubungi pihak-pihak terkait guna mendalami dugaan tindak pidana yang ramai diperbincangkan.

“Kalau memang ada yang merasa keberatan dan melapor, Gus Idris siap. Kita akan sama-sama membuktikan kebenarannya,” kata kuasa hukum Gus Idris, Guntur kepada wartawan.

Kuasa Hukum: Gus Idris Taat Hukum

belum ada laporan resmi korban

Kuasa hukum Gus Idris, Guntur Abdi Wijaya, menyatakan bahwa kliennya merupakan sosok yang patuh terhadap aturan hukum dan siap menghadapi segala konsekuensi jika ada laporan resmi. Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan masuk ke pihak kepolisian terkait dugaan pelecehan tersebut.

“Kalau memang ada apa-apa kita sudah siap. Dalam artian Gus Idris sendiri kan orangnya taat hukum, taat aturan,” tuturnya.

Belum Ada Laporan Resmi dari Korban

Guntur menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada laporan resmi yang dilayangkan oleh pihak yang mengaku sebagai korban ke kepolisian. Ia pun mempersilakan siapa pun yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum secara resmi.

“Intinya kalau memang merasa ada pelecehan (maksudnya ya) silakan melapor. Tapi saat ini, sampai detik ini belum ada (laporan),” tegasnya.

FAQ

Apakah Gus Idris mengakui adanya pelecehan?

Tidak, Gus Idris secara tegas menyangkal tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa semua informasi yang beredar tidak berdasarkan fakta.

Apa tindakan yang diambil oleh Polres Malang?

Polres Malang sedang melakukan penyelidikan meskipun belum ada laporan resmi dari pihak korban.

Apakah Gus Idris siap menghadapi proses hukum?

Ya, Gus Idris menyatakan siap mengikuti proses hukum jika diperlukan.

Apakah ada bukti yang didapatkan oleh kuasa hukum?

Guntur menyatakan bahwa ada unggahan lain di media sosial yang secara terang-terangan mencantumkan nama Gus Idris, meskipun tidak berasal dari pihak pertama yang membuat pernyataan.

Apakah korban sudah melaporkan ke polisi?

Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban.

Kesimpulan

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Gus Idris menjadi perhatian publik, baik di tingkat lokal maupun nasional. Meskipun ia menyangkal semua tuduhan, isu ini masih terus beredar di media sosial. Dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Malang dan klarifikasi resmi dari pihak Gus Idris, semoga kasus ini dapat segera diselesaikan dengan transparansi dan keadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *