Example 728x250
none

Dua Wali Santri Aniaya Guru di Sampang Jadi Tersangka

5
×

Dua Wali Santri Aniaya Guru di Sampang Jadi Tersangka

Share this article

Keprihatinan Warga Sampang atas Penganiayaan Guru Tugas oleh Dua Wali Santri

Sebuah insiden penganiayaan terhadap seorang guru tugas di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menimbulkan kegundahan di kalangan masyarakat. Dua wali santri yang diduga menjadi pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menganiaya Abdur Razak (20), guru tugas di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung. Peristiwa ini tidak hanya memicu reaksi dari pihak berwajib, tetapi juga membuat warga kota terusik dengan kejadian yang viral di media sosial.

Menurut AKP Eko Puji Waluyo, Kasi Humas Polres Sampang, kasus ini dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang. Mereka berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Sampang setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kasatreskrim dan Kapolsek Kedungdung telah menangkap kedua tersangka,” ujar Eko kepada detikJatim.

Kedua tersangka, SM (29) dan HM (30), merupakan warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung. Mereka sempat terekam dalam video memegang celurit, senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban. Polisi juga menyita barang bukti tersebut sebagai alat bukti dalam penyidikan.

Motif Penganiayaan Terungkap

dua tersangka penganiayaan guru tugas di Sampang

Akibat perbuatan para tersangka, korban mengalami luka lebam di bagian punggung. Eko menjelaskan bahwa motif penganiayaan berasal dari ketidakpuasan salah satu tersangka terhadap tindakan korban. “Motifnya, mereka tidak terima karena anak dari salah satu tersangka dipukul korban,” jelasnya.

Insiden ini awalnya terjadi di lingkungan sekolah atau tempat yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Video kejadian itu kemudian viral di media sosial, sehingga memicu respons cepat dari pihak kepolisian. Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang membawa senjata tajam dan berusaha menyerang korban. Guru tugas tersebut akhirnya diamankan oleh warga agar tidak terluka lebih parah.

Reaksi Warga dan Kekhawatiran atas Keamanan Sekolah

warga Sampang mengecam penganiayaan guru tugas

Dalam video yang dilihat detikJatim, terdengar suara seorang perempuan yang menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi korban. “Epa dekremmah sih. Sarah, Billahi sarah se epokol” (Diapakan sih. Parah, demi Allah parah yang dipukul). Ucapan tersebut mencerminkan rasa marah dan sedih atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku.

Selain itu, tampak sejumlah warga mencoba menghalau para pelaku. Seorang perempuan bahkan menangis karena tidak tega melihat kondisi korban yang terluka. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan di lingkungan pendidikan, terutama di daerah yang masih memiliki tradisi kuat dalam hal hubungan antara guru dan orang tua siswa.

Tindakan Hukum yang Dilakukan

pasal 262 KUHP tentang penganiayaan

Kedua tersangka kini ditahan di Polres Sampang dan dijerat dengan Pasal 262 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Penyidik akan terus memproses kasus ini hingga ada putusan hukum yang jelas.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyarankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis, meskipun merasa tidak puas dengan perilaku seseorang. Mereka diminta untuk menyerahkan masalah kepada aparat berwenang agar dapat diselesaikan secara hukum.

FAQ

guru tugas di Sampang dihormati oleh warga

Apa penyebab penganiayaan terhadap guru tugas di Sampang?

Penganiayaan terjadi karena salah satu tersangka tidak terima karena anaknya dipukul oleh korban.

Apa hukuman yang diberikan kepada pelaku?

Pelaku dijerat dengan Pasal 262 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

Bagaimana reaksi masyarakat terhadap kejadian ini?

Banyak warga mengkhawatirkan keamanan di lingkungan pendidikan dan mengecam tindakan pelaku.

Apakah video kejadian ini viral?

Ya, video kejadian tersebut beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik.

Apa yang harus dilakukan masyarakat jika terjadi konflik serupa?

Masyarakat disarankan untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan penyelesaian kepada pihak berwajib.

Kesimpulan

Peristiwa penganiayaan terhadap guru tugas di Sampang menjadi peringatan penting bagi seluruh elemen masyarakat, terutama dalam menjaga hubungan harmonis antara guru dan orang tua siswa. Kepolisian telah bertindak cepat, namun masyarakat juga perlu sadar bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi. Dengan adanya kesadaran dan pengawasan yang baik, harapan besar dapat dibangun untuk masa depan pendidikan yang lebih aman dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *