Example 728x250
Local Government Regional News

Bupati Sintang Marah! Harga Gas Melon Tembus Rp 45.000, Agen Tidak Hadiri Rapat

5
×

Bupati Sintang Marah! Harga Gas Melon Tembus Rp 45.000, Agen Tidak Hadiri Rapat

Share this article

Bupati Sintang Marah dengan Harga Gas Melon yang Membengkak

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengungkapkan kekecewaannya terhadap harga gas melon yang mencapai Rp45.000 per tabung di wilayahnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan dan akses masyarakat terhadap energi subsidi yang seharusnya terjangkau. Pemkab Sintang langsung menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk menangani masalah ini.

Rapat Koordinasi Lintas Instansi

Bupati Sintang mengecek kehadiran peserta rapat

Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekda Sintang Kartiyus, Kepala OPD Pemkab Sintang, Kejaksaan Negeri Sintang, Polres Sintang, Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta tujuh agen elpiji. Namun, hanya tiga pemilik agen yang hadir secara langsung, sementara empat lainnya hanya diwakili oleh pengurus. Hal ini membuat Bupati semakin marah dan mempertanyakan kelengkapan peserta rapat.

Penyebab Harga Mahal Gas Melon

Warga Sintang membeli gas melon di pasar lokal

Menurut laporan dari Sekda Sintang, harga gas 3 kilogram subsidi di Desa Baning Kota masih mencapai Rp45.000 per tabung. Meski lokasi tersebut berada di pusat kota, kondisi ekonomi yang membaik dan konsumsi masyarakat tinggi tidak boleh menjadi alasan untuk menyalahgunakan gas subsidi. Bupati menegaskan bahwa gas subsidi ini harus tersedia bagi masyarakat yang berhak.

Peringatan Keras dari Kejaksaan

Agen gas melon di Sintang

Kasi Datun Kejaksaan Negeri Sintang, Okky Desvian, memberikan peringatan keras terhadap pengelolaan gas melon bersubsidi. Ia menekankan bahwa gas tiga kilogram ini bukan hanya urusan bisnis, tetapi juga penugasan negara. “Di dalam gas tiga kilogram itu ada uang negara, ada uang rakyat dari pajak karena disubsidi pemerintah,” jelasnya. Kejaksaan siap melakukan penyelidikan jika terjadi kebocoran anggaran negara.

Tindakan yang Dilakukan Pemerintah

Pemerintah daerah memastikan bahwa persoalan gas subsidi tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Jika masih terjadi permainan harga, Pemkab siap menempuh langkah hukum. Dalam rapat koordinasi ini, belum ada solusi yang mencapai kesepakatan. Selanjutnya akan digelar rapat lanjutan yang melibatkan Pemkab Sintang, Polres Sintang, Kejari Sintang, Pertamina, dan tujuh agen LPG subsidi. Tujuan rapat ini adalah untuk menormalkan stok dan harga gas melon di Kabupaten Sintang.

Solusi yang Diharapkan

Pemkab Sintang memantau distribusi gas melon

Selain itu, Bupati menyatakan bahwa jika agen dan pangkalan ingin berbisnis penuh, mereka dapat mengurus gas non-subsidi. Ini merupakan langkah untuk memastikan bahwa gas subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak. Pemkab Sintang akan terus memantau situasi ini dan mengambil tindakan tegas jika diperlukan.

FAQ

Apa penyebab harga gas melon di Sintang naik?

Harga gas melon di Sintang naik karena kelangkaan pasokan dan manipulasi harga oleh agen. Meskipun kuota gas melon normal, di lapangan masih terjadi kelangkaan dan lonjakan harga.

Bagaimana pemerintah menangani masalah ini?

Pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk menangani masalah ini. Jika masih terjadi permainan harga, Pemkab siap menempuh langkah hukum.

Apa peran kejaksaan dalam masalah ini?

Kejaksaan Negeri Sintang memberikan peringatan keras terhadap pengelolaan gas melon bersubsidi. Mereka siap melakukan penyelidikan jika terjadi kebocoran anggaran negara.

Apakah gas melon hanya untuk masyarakat tertentu?

Ya, gas melon bersubsidi ditujukan untuk masyarakat yang berhak. Penggunaan gas ini harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Bagaimana cara masyarakat mengakses gas melon?

Masyarakat dapat mengakses gas melon melalui agen resmi yang terdaftar. Pemerintah daerah akan terus memantau distribusi gas melon agar tersedia secara merata dan terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *