Rumah dengan atap genteng tanah liat terbukti mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk dibandingkan atap seng. Penelitian menunjukkan bahwa material ini memiliki kemampuan unik dalam mengurangi suhu ruangan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Dengan suhu rata-rata mencapai 35°C dan kelembapan hingga 80 persen, penggunaan genteng tanah liat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kenyamanan hidup.
Atap Genteng Tanah Liat Bikin Rumah Lebih Sejuk
Genteng tanah liat tidak hanya menjadi pilihan estetika, tetapi juga memiliki manfaat nyata dalam mengatur suhu ruangan. Berdasarkan riset dari Universitas Sumatera Utara, ada beberapa alasan mengapa genteng tanah liat bisa menjadi pilihan ideal untuk hunian di Indonesia.
-
Suhu Dalam Ruangan Lebih Rendah Dibanding Atap Seng
Pengukuran pada beberapa rumah menunjukkan bahwa rumah dengan atap seng memiliki suhu rata-rata yang lebih tinggi. Dalam penelitian, suhu rata-rata tertinggi tercatat pada rumah dengan atap seng, yaitu sekitar 31,3°C. Sementara itu, rumah dengan atap genteng tanah liat memiliki suhu rata-rata sekitar 29,5°C. Perbedaan ini menunjukkan bahwa genteng tanah liat dapat membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. -
Mampu Memantulkan Sinar Matahari
Genteng tanah liat memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari yang cukup baik. Genteng tanah liat merah tanpa glasir dapat memantulkan sekitar 33 persen energi matahari yang mengenainya. Sementara itu, genteng tanah liat berglasir bahkan mampu memantulkan hingga 70-80 persen sinar matahari. Semakin besar daya pantulnya, semakin sedikit panas yang diserap dan diteruskan ke dalam bangunan. -
Memiliki Sirkulasi Udara yang Lebih Baik
Metode pemasangan genteng tanah liat memungkinkan adanya sirkulasi udara di bawah dan di atas genteng. Genteng dipasang menggunakan pasak pada rangka kayu, sehingga tidak menutup rapat seluruh permukaan atap. Celah ini memungkinkan aliran udara bebas yang membantu membuang panas lebih cepat. Dengan sirkulasi udara yang baik, panas tidak terperangkap di bawah atap dan suhu ruang dalam pun menjadi lebih stabil. -
Panas Masuk ke Rumah Lebih Sedikit
Genteng tanah liat terbukti menyebarkan panas ke dalam rumah jauh lebih sedikit dibanding material atap lain. Dalam kondisi musim panas, genteng tanah liat dapat mengurangi perpindahan panas ke dalam rumah hingga sekitar 70 persen lebih rendah dibanding atap lainnya. Hal ini membuat suhu dalam rumah tidak cepat meningkat meskipun atap terpapar sinar matahari dalam waktu lama. -
Memiliki Massa Termal Tinggi
Tanah liat termasuk material dengan massa termal tinggi, artinya material ini menyerap panas secara perlahan dan melepaskannya juga secara perlahan. Sifat ini membuat suhu di dalam rumah lebih merata dan tidak mudah berubah drastis. Panas yang diserap genteng pada siang hari akan dilepaskan secara bertahap pada malam hari, sehingga rumah tidak terasa terlalu panas di siang hari maupun terlalu dingin di malam hari. -
Lebih Sesuai dengan Iklim Tropis Indonesia
Penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal di Indonesia dipengaruhi oleh suhu udara, kelembapan, dan kecepatan angin. Dalam iklim tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi, genteng tanah liat terbukti lebih cocok. Sementara itu, atap logam seperti seng cenderung cepat menyerap dan menghantarkan panas ke dalam ruangan. -
Terbukti Mendukung Kenyamanan Termal Hunian
Menurut standar konservasi energi bangunan, rumah dengan atap genteng tanah liat tetap menunjukkan suhu rata-rata yang lebih rendah dibandingkan atap seng. Ini berarti genteng tanah liat bisa meningkatkan kenyamanan termal penghuni rumah. Penelitian menunjukkan fakta bahwa material genteng tanah liat mampu memantulkan sinar matahari, memperlancar sirkulasi udara, serta menahan dan melepaskan panas secara perlahan. Dibandingkan atap seng, genteng tanah liat terbukti menghasilkan suhu ruang dalam yang lebih rendah dan lebih stabil.
Solusi untuk Hunian di Wilayah Tropis

Bagi hunian di wilayah tropis seperti Indonesia, memilih atap genteng tanah liat bisa menjadi salah satu solusi untuk menciptakan rumah yang lebih sejuk, nyaman, dan hemat energi tanpa bergantung sepenuhnya pada pendingin udara. Material ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga ramah lingkungan dan tahan lama.
FAQ
Apa manfaat utama genteng tanah liat?
Genteng tanah liat memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari, mengurangi suhu ruangan, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
Apakah genteng tanah liat cocok untuk iklim Indonesia?
Ya, genteng tanah liat sangat cocok untuk iklim tropis Indonesia karena mampu menyerap dan melepaskan panas secara perlahan.
Bagaimana cara pemasangan genteng tanah liat?
Genteng tanah liat dipasang menggunakan pasak pada rangka kayu, sehingga memungkinkan sirkulasi udara di bawah dan di atas genteng.
Apakah genteng tanah liat lebih mahal daripada atap seng?
Harga genteng tanah liat bisa lebih mahal, tetapi nilai investasi jangka panjangnya lebih baik karena ketahanan dan kenyamanan yang diberikan.
Apa keuntungan menggunakan genteng tanah liat dibanding atap seng?
Genteng tanah liat lebih efektif dalam mengurangi suhu ruangan dan memiliki sirkulasi udara yang lebih baik dibanding atap seng.
Dengan segala keunggulan yang dimilikinya, genteng tanah liat menjadi pilihan yang bijak untuk menciptakan hunian yang nyaman dan hemat energi. Di tengah tantangan iklim yang semakin ekstrem, penggunaan material alami seperti genteng tanah liat bisa menjadi langkah penting dalam menjaga kesejahteraan penghuni rumah.










