Angin Kencang Landa Tulungagung, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Roboh
Angin kencang yang melanda Kabupaten Tulungagung pada Sabtu (7/2/2026) menyebabkan kerusakan serius di sejumlah wilayah. Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah rusak dan satu bangunan roboh. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, disertai hujan deras yang memperparah dampaknya.
Wilayah Terdampak dan Kerusakan yang Terjadi

Berdasarkan laporan dari Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, wilayah yang terkena dampak angin kencang meliputi Desa Sumberinginkulon, Kecamatan Ngunut, Desa Trenceng, Sambijajar, dan Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. Di Desa Bendilwungu, tercatat 14 titik kerusakan, termasuk 11 rumah penduduk, satu sekolah taman kanak-kanak (TK), serta dua pohon tumbang.
“Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap. Banyak atap asbes yang hancur akibat angin kencang,” ujar Anshori.
Sementara itu, di Desa Trenceng terdapat enam titik kerusakan, yaitu lima rumah penduduk, satu bangunan masjid, dan dua pohon tumbang. Di Desa Sambijajar, satu rumah mengalami kerusakan dengan atap kanopi ukuran 5×3 meter terbalik dan puluhan genting rontok.
Respons dari BPBD dan Tim Penanganan Bencana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa selain di Kecamatan Sumbergempol, angin kencang juga terjadi di Desa Sumberinginkulon, Kecamatan Ngunut. Di sana, satu rumah roboh, tetapi tidak ada korban jiwa atau luka.
“Tim gabungan BPBD, TNI, dan kepolisian masih berada di beberapa titik bencana untuk membantu proses penanganan. Ada sejumlah pohon yang roboh sehingga harus dievakuasi menggunakan gergaji mesin,” jelas Sudarmaji.
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap wilayah yang terdampak. “Ini masih dalam proses pendataan, dan tidak menutup kemungkinan jumlah rumah maupun wilayah terdampak akan bertambah,” tambahnya.
Dampak pada Masyarakat dan Kesiapan Pemerintah

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa khawatir atas kondisi rumah mereka, terutama yang mengalami kerusakan parah. Namun, pemerintah setempat telah menunjukkan respons yang cepat dan koordinasi yang baik dalam menangani situasi darurat.
Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mengatasi Bencana

Selain evakuasi pohon yang tumbang, pihak BPBD juga memberikan bantuan logistik dan penginapan sementara bagi warga yang terdampak. Proses perbaikan rumah dan infrastruktur sedang berlangsung, dengan bantuan dari berbagai pihak.
“Kami terus memastikan bahwa semua kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk air bersih, makanan, dan tempat tinggal sementara,” ujar Sudarmaji.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa penyebab angin kencang yang melanda Tulungagung?
Angin kencang ini disebabkan oleh kondisi hidrometeorologi yang tidak stabil, yang sering terjadi saat musim hujan.
Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini?
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, beberapa warga mengalami luka ringan akibat kerusakan rumah.
Bagaimana proses penanganan bencana dilakukan?
Proses penanganan melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI, dan kepolisian. Mereka melakukan evakuasi, pendataan, dan pemberian bantuan kepada warga terdampak.
Apa langkah pencegahan yang bisa diambil masyarakat?
Masyarakat disarankan untuk memperkuat struktur bangunan, memperhatikan informasi cuaca, dan siap siaga jika terjadi bencana alam.
Bagaimana perkembangan terkini dari bencana ini?
Saat ini, proses pendataan dan perbaikan sedang berlangsung. Jumlah kerusakan diperkirakan akan bertambah seiring dengan penyelesaian pendataan.
Kesimpulan
Bencana angin kencang yang melanda Tulungagung menjadi pengingat penting tentang kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi menunjukkan betapa pentingnya upaya pencegahan dan respons cepat. Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.












