Billie Eilish, penyanyi pop terkenal asal Amerika Serikat, kini tengah menghadapi protes dari sejumlah netizen. Masalah ini bermula dari pidato yang disampaikannya saat menerima penghargaan Song of the Year di Grammy ke-68. Pernyataan kontroversial tersebut memicu seruan agar ia mengembalikan rumah mewahnya di Los Angeles kepada suku asli Amerika.
Dilaporkan oleh Daily Mail, Billie Eilish meraih penghargaan untuk lagu “Wildflower” pada malam penganugerahan Grammy. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah pidato politisnya yang menyentuh isu tanah adat dan penjajahan. Dalam pidatonya, ia menyampaikan pernyataan yang menunjukkan rasa empati terhadap suku asli Amerika, termasuk penduduk asli wilayah Greater Los Angeles Basin.

Kontroversi Terkait Tanah Leluhur

Billie Eilish menyatakan bahwa tidak ada yang ilegal di tanah yang dicuri. Pernyataan ini membuat banyak netizen geram karena rumah mewahnya di Los Angeles berada di atas tanah leluhur suku Tongva. Meskipun ia membeli properti secara sah, isu bahwa tanah tersebut pernah dikuasai oleh suku asli membuat beberapa orang menuntut ia menyerahkan rumah itu.
Suku Tongva, yang merupakan penduduk asli wilayah Los Angeles, mengonfirmasi bahwa rumah Billie Eilish memang berada di atas tanah leluhur mereka. Namun, mereka menyatakan sikap yang lebih toleran dan menghargai visibilitas yang diberikan oleh artis ternama ini.
Kritik terhadap Sikap Selebritis

Banyak netizen menilai bahwa pernyataan Billie Eilish bertentangan dengan fakta bahwa ia tinggal di rumah mewah yang dibeli secara legal. Mereka menilai bahwa selebritis seperti Eilish sering kali menyuarakan nilai-nilai moral dan politik, tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan pribadi mereka.
Beberapa komentar menyindir bahwa para elit Hollywood harus menjalani prinsip yang mereka ajarkan. “Sudah saatnya semua elit Hollywood yang munafik ini melakukan apa yang mereka suruh warga Amerika biasa lakukan,” tulis salah satu netizen.
Respons dari Suku Tongva
Meski ada tuntutan untuk menyerahkan rumah, suku Tongva menyatakan bahwa mereka belum menerima komunikasi langsung dari tim Billie Eilish terkait propertinya. Namun, mereka menyampaikan apresiasi atas pernyataan yang disampaikan oleh Eilish. Bahkan, pihak suku telah menghubungi tim Eilish untuk menyampaikan rasa terima kasih.
Selain itu, suku Tongva berharap wilayah Gabrieleno Tongva akan disebut secara eksplisit dalam diskusi publik ke depan. Mereka berharap perhatian terhadap sejarah tanah leluhur dapat meningkat melalui visibilitas yang diberikan oleh tokoh-tokoh publik seperti Billie Eilish.
Tantangan untuk Elit Hollywood

Pidato Billie Eilish menegaskan bahwa jika para elit Hollywood mengajak masyarakat biasa untuk bersikap terbuka atau bertindak sesuai prinsip tertentu, maka mereka juga harus menjalani hal yang sama. Netizen menyatakan bahwa tindakan nyata lebih penting daripada sekadar pidato atau panggung penghargaan.
Hingga kini, tim Billie Eilish belum memberikan respons resmi terkait kontroversi ini. Belum ada informasi pasti apakah rumah mewah seharga $3 juta (sekitar Rp 50 miliar) akan diserahkan kepada suku asli Amerika atau tidak.
Pertanyaan Umum
Apa yang menyebabkan kontroversi tentang rumah Billie Eilish?
Kontroversi terjadi karena rumah mewah Billie Eilish berada di atas tanah leluhur suku Tongva, yang menjadi sumber protes dari sebagian netizen.
Apakah rumah Billie Eilish dibeli secara ilegal?
Tidak, rumah tersebut dibeli secara sah. Namun, isu bahwa tanah tersebut pernah dikuasai oleh suku asli memicu protes.
Bagaimana respons dari suku Tongva?
Suku Tongva mengonfirmasi bahwa rumah Billie Eilish berada di atas tanah leluhur mereka. Mereka menyampaikan apresiasi atas pernyataan yang disampaikan oleh Eilish.
Apa yang diminta oleh netizen terhadap Billie Eilish?
Beberapa netizen meminta Billie Eilish menyerahkan rumah mewahnya kepada suku asli Amerika sebagai bentuk pengakuan atas sejarah tanah leluhur.
Apakah ada rencana resmi dari Billie Eilish untuk menyelesaikan kontroversi ini?
Hingga kini, tim Billie Eilish belum memberikan respons resmi atau klarifikasi terkait masalah ini.
Pengakuan sejarah dan tanggung jawab sosial semakin menjadi isu penting dalam dunia hiburan. Billie Eilish, dengan pidatonya, membuka dialog yang mendalam tentang hak dan sejarah suku asli. Meski kontroversi masih berlangsung, perhatian terhadap isu ini menunjukkan pentingnya kesadaran kolektif terhadap masa lalu dan masa depan.












