Kota Pontianak kembali menatap masa depan yang lebih cerah dengan dimulainya proyek revitalisasi Waterfront Sungai Kapuas. Proyek ini menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mengembangkan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan dan representatif. Dengan target selesai pada akhir 2025, revitalisasi ini diharapkan mampu mengubah wajah sungai yang membelah kota menjadi ruang publik yang ramah lingkungan dan inklusif.
Proyek ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya untuk membangun kembali hubungan antara masyarakat dan alam. Sejak awal 2000-an, Pemkot Pontianak telah berupaya keras untuk menjadikan Sungai Kapuas sebagai bagian utama dari identitas kota. Kini, dengan proyek Waterfront City, kawasan tepian sungai akan dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti promenade, area rekreasi, dan taman hijau.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa revitalisasi ini adalah prioritas utama. “Sungai Kapuas adalah denyut nadi kehidupan kota. Kita harus menjaganya agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi semua,” ujarnya dalam sebuah workshop beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa penataan kawasan ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Progres Revitalisasi Waterfront Sungai Kapuas

Proyek revitalisasi Waterfront Sungai Kapuas dimulai secara bertahap, dengan fokus pada segmen Bardan Nadi hingga Senghie. Pembangunan ini dilakukan selama tiga tahun anggaran, mulai dari 2020 hingga 2022, dengan total anggaran sebesar Rp51 miliar. Meski ada perubahan rencana, proyek ini tetap berjalan sesuai target, dengan pihak pelaksana terus berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Salah satu elemen penting dalam proyek ini adalah pembangunan promenade selebar 10 meter yang akan menjadi jalur jalan kaki dan tempat berkumpul bagi warga. Selain itu, lahan seluas 5 meter untuk penghijauan juga akan dikerjakan, meskipun saat ini masih dalam tahap persiapan. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan ruang hijau yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Selain Waterfront City, Pemkot Pontianak juga akan melakukan penataan Jalan Sultan Muhammad sebagai bagian dari pusat kuliner baru. Dengan demikian, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dinamis.
Visi Masa Depan Pontianak

Visi Pemkot Pontianak untuk menjadikan Sungai Kapuas sebagai ikon wisata dan ruang publik yang layak tentu saja tidak bisa dicapai tanpa dukungan semua pihak. Menurut Wali Kota Edi, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas sipil, dan masyarakat lokal. “Pontianak tidak boleh kehilangan karakternya sebagai kota sungai. Kita harus bersama-sama menjaga dan merawatnya,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan berbagai program konkret untuk mendukung visi tersebut. Salah satunya adalah revitalisasi tepian Kapuas menjadi ruang publik inklusif. Selain itu, TPA Terpadu Batu Layang akan menjadi pusat pengelolaan sampah modern, serta sistem pengelolaan air limbah domistik yang ditargetkan menjangkau 16.500 rumah hingga tahun 2030.
Dampak Ekonomi dan Sosial

Revitalisasi Waterfront Sungai Kapuas diharapkan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan adanya ruang publik yang nyaman dan indah, kawasan ini diharapkan dapat menarik wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, proyek ini juga akan memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk dalam hal pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
Program quick wins seperti fasilitas Rumah Packaging gratis untuk UMKM juga akan didorong agar pertumbuhan ekonomi berbasis jasa dapat dirasakan oleh semua warga. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkot Pontianak untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berjalan dari atas, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
FAQ

Apa tujuan utama dari revitalisasi Waterfront Sungai Kapuas?
Tujuan utama dari revitalisasi ini adalah untuk mengembangkan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan dan representatif, serta menjadikan Sungai Kapuas sebagai ikon wisata dan ruang publik yang ramah lingkungan.
Bagaimana progres pengerjaannya saat ini?
Proyek ini sedang dalam tahap pengerjaan, dengan fokus pada pembangunan promenade dan penghijauan. Target selesai adalah akhir 2025.
Apakah proyek ini akan memberikan dampak ekonomi?
Ya, proyek ini diharapkan dapat menarik wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, terutama di sektor pariwisata dan usaha mikro.
Siapa yang terlibat dalam proyek ini?
Pemkot Pontianak bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, komunitas sipil, dan masyarakat lokal, untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Bagaimana masyarakat bisa turut serta dalam proyek ini?
Masyarakat dapat berpartisipasi melalui kegiatan gotong-royong, pengawasan, dan partisipasi dalam musrenbang agar pembangunan benar-benar mewakili kebutuhan warga.
Kesimpulan
Revitalisasi Waterfront Sungai Kapuas Pontianak adalah langkah penting dalam membangun kota yang lebih baik. Dengan konsep yang inklusif dan berkelanjutan, proyek ini tidak hanya akan mengubah wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, Pontianak akan semakin maju, aman, dan sejahtera.






