Example 728x250
Melawi

Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi Kembali Digelar, Ribuan Pengunjung Padati Venue

42
×

Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi Kembali Digelar, Ribuan Pengunjung Padati Venue

Share this article

Pekan budaya kembali memeriahkan kota Melawi dengan penyelenggaraan Festival Budaya Nanga Pinoh yang digelar pada akhir pekan lalu. Acara ini menjadi momen penting dalam menjaga kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat. Ribuan pengunjung memadati venue acara, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap berbagai pertunjukan dan aktivitas budaya yang disajikan.

Festival Budaya Nanga Pinoh, yang dihelat di Desa Nanga Kebebu, merupakan rangkaian acara tahunan yang bertujuan untuk melestarikan tradisi dan seni lokal. Acara ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan perekat kebersamaan antarwarga. Tahun ini, festival menghadirkan berbagai atraksi seni seperti tarian, hadrah, dan bejepin, serta pertunjukan kesenian tradisional lainnya.

Penampilan tari kreasi dalam Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi

Ketua Ikatan Warga Katab Kebahan (IWKK) Melawi, Yusli, menjelaskan bahwa festival ini diinisiasi untuk menjaga kekayaan budaya lokal sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat. “Kami ingin budaya ini tetap lestari, menjadi identitas bersama, sekaligus hiburan yang menguatkan kebersamaan,” ujarnya.

Acara ini juga didukung oleh WWF Indonesia dan Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM), yang berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya melalui kolaborasi lintas sektor. “Kami berharap festival ini bisa masuk agenda tahunan pemerintah daerah. Budaya Katab Kebahan adalah kekuatan masyarakat adat yang harus terus dijaga,” tambah M. Firman, Ketua FPBM.

Peserta festival budaya Nanga Pinoh Melawi berpartisipasi dalam pertunjukan

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, menyambut baik terselenggaranya festival perdana ini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak sekadar ajang hiburan, melainkan juga media edukasi dan perekat persaudaraan. “Festival ini menjadi momentum menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya leluhur, sekaligus memperkuat semangat persatuan,” ujarnya.

Selama tiga hari, festival menghadirkan berbagai atraksi seni seperti tarian, hadrah, dan bejepin. Sebagai penutup, agenda akan diakhiri dengan Seminar Budaya menghadirkan akademisi dari IAIN Pontianak.

Bupati Melawi menyerahkan SK Pengakuan Masyarakat Hukum Adat dalam Festival Budaya Nanga Pinoh

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dadi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Pasak Kebebu serta SK Penetapan Kawasan Penting Keloka Kebubu kepada Ketua Pasak Kebebu, Pati Amran. Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Melawi melalui Disdikbud akan mengalokasikan dana Rp50 juta untuk mendukung pelaksanaan festival tahun depan.

Pengunjung Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi berfoto bersama

Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran puluhan stan UMKM, kata Bupati, diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha selama Ramadan dan mendorong mereka berkembang lebih luas.

Stan kuliner dan UMKM dalam Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi

Festival ini juga menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya. Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Pontianak, mengatakan bahwa Festival Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya tahunan, tetapi juga momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

(Read also: Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi Kembali Digelar, Ribuan Pengunjung Padati Venue)

FAQ

Apa tujuan utama dari Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi?

Tujuan utama dari festival ini adalah untuk melestarikan kekayaan budaya lokal sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.

Bagaimana partisipasi masyarakat dalam festival ini?

Masyarakat sangat antusias dengan berbagai pertunjukan dan aktivitas budaya yang disajikan. Ribuan pengunjung memadati venue acara.

Apa saja acara yang ditampilkan dalam festival ini?

Festival ini menyajikan berbagai atraksi seni seperti tarian, hadrah, dan bejepin, serta pertunjukan kesenian tradisional lainnya.

Bagaimana dukungan dari pihak luar terhadap festival ini?

Festival ini didukung oleh WWF Indonesia dan Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM), yang berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya melalui kolaborasi lintas sektor.

Apa dampak ekonomi dari festival ini?

Festival ini diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha, khususnya UMKM, serta mendorong mereka berkembang lebih luas.

Festival Budaya Nanga Pinoh Melawi kembali membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan antusiasme yang tinggi dari para pengunjung, acara ini menjadi contoh sukses dalam menjaga warisan budaya sekaligus menciptakan ruang untuk berkarya dan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *