Pria di Tangerang Tikam Wanita 9 Kali: Motifnya Dikaitkan dengan Rasa Sakit Hati
Seorang pria berinisial EJ (35) ditangkap oleh polisi setelah menikam wanita berinisial AS hingga mengalami luka tusuk sebanyak 9 kali. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Menurut keterangan dari Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku diduga dipicu oleh perselisihan pribadi.
Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku merasa sakit hati karena korban sering mengejek dan merendahkan keluarganya. Hal ini disampaikan langsung oleh pelaku saat diperiksa oleh petugas. Meski alasan tersebut menjadi dasar tindakannya, polisi tetap menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun.
“Apapun alasannya, tindakan kekerasan tidak dibenarkan. Setiap persoalan seharusnya diselesaikan dengan cara yang bijak dan sesuai hukum,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota.
Peristiwa Terjadi Saat Korban Mengantar Anak Sekolah

Peristiwa berdarah ini terjadi pada hari Jumat (6/2) pagi. Saat itu, korban sedang mengantar anaknya ke sekolah ketika tiba-tiba diserang oleh pelaku. Pelaku menggunakan pisau untuk menikam korban, menyebabkan korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan punggung, serta luka sabetan di pipi dan kepala.
Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui korban mengalami hingga 9 luka tusuk. Polisi menerima laporan kejadian tersebut melalui layanan Call Center 110 dan langsung bertindak cepat.
“Pengaduan diterima melalui layanan 110, anggota langsung bergerak ke lokasi. Pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti, sehingga situasi dapat segera dikendalikan,” jelas Kapolres Metro Tangerang Kota.
Tindakan Keras yang Tidak Bisa Dibenarkan

Meskipun pelaku mengklaim bahwa motivasi utamanya adalah rasa sakit hati, polisi tetap memproses kasus ini secara hukum. Tindakan kekerasan seperti ini tidak bisa dianggap sebagai bentuk penyelesaian masalah yang wajar.
Polisi menegaskan bahwa setiap individu harus belajar untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih damai dan sesuai aturan hukum. Penanganan kasus ini juga menunjukkan komitmen pihak berwajib dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Langkah Penyelidikan Lanjutan

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan semua fakta terungkap. Selain itu, pihak kepolisian juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pengendalian emosi dan penggunaan cara-cara yang lebih rasional dalam menyelesaikan masalah.
FAQ
Apa motif pria di Tangerang menikam wanita?
Motif pria berinisial EJ adalah karena merasa sakit hati akibat korban kerap mengejek dan merendahkan keluarganya.
Bagaimana korban mengalami luka?
Korban ditikam menggunakan pisau hingga mengalami luka tusuk sebanyak 9 kali di bagian tubuh seperti perut, punggung, pipi, dan kepala.
Bagaimana proses penangkapan pelaku?
Pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan melalui layanan Call Center 110 dan langsung bergerak ke lokasi kejadian.
Apa tindakan polisi terhadap pelaku?
Pelaku telah diamankan bersama barang bukti, dan proses penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan kebenaran fakta.
Bagaimana reaksi pihak berwajib terhadap tindakan kekerasan?
Pihak berwajib menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dan setiap masalah harus diselesaikan secara bijak dan sesuai hukum.
Kesimpulan
Kasus penikaman yang terjadi di Tangerang menunjukkan betapa pentingnya pengendalian diri dan pemecahan masalah dengan cara yang lebih rasional. Meskipun alasan yang diberikan oleh pelaku terdengar logis, tindakan kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan. Polisi tetap berkomitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan masyarakat. Semua pihak diharapkan dapat belajar dari kejadian ini dan menjaga harmoni dalam hubungan sosial.












