Gajah Sumatera Tewas di Riau, LAM Riau Kecam Perburuan Liar
Sebuah kejadian menyedihkan terjadi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Penemuan ini memicu reaksi keras dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), yang mengecam aksi perburuan liar tersebut sebagai tindakan yang melanggar nilai-nilai adat dan hukum. Peristiwa ini juga menjadi peringatan penting tentang perlindungan satwa langka di tengah ancaman eksploitasi alam.
LAM Riau Menyatakan Kecaman Terhadap Pembunuhan Gajah

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H Marjohan Yusuf, secara tegas mengecam tindakan pembunuhan gajah Sumatera yang terjadi di Kecamatan Ukui. Ia menegaskan bahwa alam bukanlah sumber daya yang bisa dieksploitasi tanpa batas, tetapi harus dijaga untuk generasi mendatang.
“Alam ini bukan untuk dihabiskan, tetapi untuk diwariskan kepada anak cucu. Menjaga flora dan fauna sama artinya menjaga masa depan,” ujarnya. Ia menilai perburuan gajah tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai adat dan tunjuk ajar Melayu.
Nilai Adat dan Tunjuk Ajar Melayu dalam Perlindungan Alam

Dalam tradisi Melayu, alam dipandang sebagai amanah dari Sang Pencipta yang wajib dijaga dan dilindungi. Kerusakan lingkungan, menurut pandangan adat, akan berdampak langsung pada penderitaan generasi berikutnya. Oleh karena itu, masyarakat adat Melayu diajarkan untuk menghormati hutan dan tumbuhan dengan prinsip tahu menjaga rimba.
LAM Riau menekankan bahwa larangan menebang pohon di hutan larangan dan sekitar sumber air merupakan bagian dari prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, penghormatan terhadap fauna juga menjadi bagian penting dari tunjuk ajar Melayu. Hewan tidak boleh disiksa atau diburu secara berlebihan, terlebih satwa yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Dukungan LAM Riau terhadap Penegakan Hukum Lingkungan

LAM Riau menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polda Riau dalam mengusut kasus pembunuhan gajah hingga tuntas. Mereka menilai komitmen penegakan hukum berbasis lingkungan melalui program Green Policing sejalan dengan nilai-nilai adat Melayu.
“Upaya yang dilakukan Polda Riau sejalan dengan nilai adat Melayu. Penjagaan alam harus dilakukan secara tegas, adil, dan berkelanjutan,” tegas Datuk Seri Marjohan. LAM Riau berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh hingga para pelaku dan jaringan perburuan liar dapat diungkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
Fakta Tentang Kasus Pembunuhan Gajah Sumatera

Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas terbunuh dengan proyektil di kepala. Gajah tersebut ditemukan dalam kondisi mulai membusuk di areal lahan konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, pada Senin (2/2) malam. Kondisi tubuhnya sangat mengenaskan, dengan sebagian kepala dari mulai bagian mata, dahi, belalai, dan kedua gadingnya hilang.
BKSDA Riau mengindikasikan kuat dugaan adanya perburuan gajah di balik peristiwa tersebut. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara khusus turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penyelidikan berjalan. Ia meminta jajaran untuk menggunakan metode scientific crime investigation dalam pengusutan pembunuhan gajah tersebut.
FAQ
Apakah gajah Sumatera termasuk satwa langka?
Ya, gajah Sumatera merupakan salah satu spesies yang tergolong langka dan dilindungi oleh hukum internasional maupun nasional.
Apa konsekuensi hukum bagi pemburu gajah?
Pemburu gajah dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan satwa liar, termasuk UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Bagaimana peran LAM Riau dalam perlindungan lingkungan?
LAM Riau berperan sebagai lembaga adat yang menjaga nilai-nilai budaya dan lingkungan Melayu, termasuk dalam upaya pelestarian alam dan satwa liar.
Apa tujuan dari program Green Policing?
Program Green Policing bertujuan untuk menegakkan hukum lingkungan dengan pendekatan ilmiah dan profesional, sehingga dapat memberikan keadilan bagi alam dan masyarakat.
Bagaimana masyarakat bisa membantu perlindungan gajah Sumatera?
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menjaga lingkungan, melaporkan aktivitas ilegal, serta mendukung inisiatif konservasi yang dilakukan pemerintah dan organisasi lingkungan.
Kesimpulan
Peristiwa pembunuhan gajah Sumatera di Riau menjadi peringatan penting tentang perlindungan satwa langka dan alam. LAM Riau menegaskan bahwa alam adalah amanah yang harus dijaga, bukan dihabiskan. Dukungan terhadap penegakan hukum lingkungan seperti program Green Policing menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Semangat adat Melayu, yang mengajarkan penghormatan terhadap alam dan kehidupan, menjadi fondasi utama dalam upaya pelestarian lingkungan.












