Pemecahan Jaringan Narkoba Aceh-Medan, BNN Amankan 200 Kg Ganja
Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba yang menghubungkan Aceh dan Medan. Dalam operasi yang dilakukan pada Selasa (3/2/2026), petugas BNN menangkap tiga orang dengan barang bukti seberat 200 kg ganja. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba di kawasan Sumatera Utara.
Operasi Pengungkapan Berhasil

Operasi ini dilakukan di Jalan Lintas Dusun 1 Halaban Block Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tim gabungan dari Direktorat Intelijen BNN RI dan personel Bidang Pemberantasan serta Intelijen BNNP Sumut melakukan penindakan terhadap tiga tersangka yang menggunakan mobil Toyota Hilux dan Toyota Innova.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah adanya laporan tentang penyelundupan ganja dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh ke Sumut. Tim Analis Subdit IT melaporkan aktivitas penyelundupan pada Jumat (30/1), sehingga BNN segera berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk melakukan surveilans dan penindakan.
Penyelundupan Dilakukan Secara Berulang

Dari hasil pengintaian, BNN mengetahui bahwa para pelaku melakukan dua kali pengambilan ganja kering siap edar dari Kabupaten Gayo Lues. Kedua kali pengambilan dilakukan pada Minggu (1/2) dini hari dan Senin (3/2) dini hari. Setelah itu, target kembali ke Medan melalui jalur Aceh Timur dan jalan lintas Aceh-Medan.
Saat ditangkap, tim BNN melakukan penggeledahan terhadap ketiga tersangka dan mobil yang digunakan. Ditemukan 8 buah karung berisi 148 bungkus plastik yang dilakban warna cokelat dengan berat sekitar 200 kg, diduga berisi daun kering narkotika jenis ganja.
Identitas Pelaku dan Proses Hukum

Ketiga tersangka yang ditangkap adalah Deffardo Julianto Sigiro (28), Yogi Hasibuan (23), dan Aditya Sembiring (30). Mereka dibawa ke kantor BNNP Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan kasus.
Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa narkoba bukan hanya sekadar kriminalitas, tetapi juga isu kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi bagi pengguna.
Tantangan dan Upaya Pemberantasan

Meski BNN telah berhasil mengungkap banyak kasus narkoba, tantangan tetap besar. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kasus narkoba meningkat di beberapa wilayah, termasuk Aceh dan Sumut. Dengan jaringan yang terstruktur dan metode penyelundupan yang semakin canggih, BNN terus meningkatkan kapasitas dan koordinasi dengan lembaga lain.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada dan aktif melaporkan kecurigaan terkait peredaran narkoba. Edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba harus terus dilakukan agar mencegah penyebarannya.
FAQ
Apa tujuan utama BNN dalam menangani kasus narkoba?
Tujuan utama BNN adalah mencegah, mengendalikan, dan memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Selain itu, BNN juga bertugas memberikan perlindungan dan pemulihan bagi korban narkoba.
Bagaimana cara BNN mengungkap jaringan narkoba?
BNN mengandalkan informasi dari masyarakat, surveilans, dan kerja sama dengan lembaga lain seperti polisi dan instansi pemerintah. Tim intelijen juga melakukan pengintaian dan analisis data untuk menemukan indikasi penyelundupan.
Apa konsekuensi hukum bagi pelaku narkoba?
Pelaku narkoba dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman bisa mencakup kurungan penjara dan denda yang sangat besar, tergantung tingkat kejahatan yang dilakukan.
Mengapa narkoba dianggap sebagai isu kemanusiaan?
Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berdampak pada keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan narkoba memerlukan pendekatan yang lebih manusiawi, seperti rehabilitasi dan pendidikan.
Apa peran masyarakat dalam pemberantasan narkoba?
Masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi, menghindari penggunaan narkoba, dan mendukung program rehabilitasi.
Kesimpulan
Peredaran narkoba tetap menjadi ancaman serius yang memerlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat. Dengan operasi yang dilakukan oleh BNN, kita melihat betapa pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif dalam memerangi narkoba. Semangat untuk menjaga generasi muda dari ancaman narkoba harus terus dijaga, karena setiap kehilangan nyawa akibat narkoba adalah kehilangan yang tak tergantikan.










