Example 728x250
none

Iran Mengkritik Israel: Perluas Militer Tapi Tekan Negara Lain untuk Lakukan Pengurangan Senjata

6
×

Iran Mengkritik Israel: Perluas Militer Tapi Tekan Negara Lain untuk Lakukan Pengurangan Senjata

Share this article

Pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Oman menimbulkan kritikan tajam dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam sebuah konferensi di Qatar, Araghchi mengkritik Israel atas “doktrin dominasi” yang dinilai memungkinkan negara tersebut memperluas persenjataan militer sambil menekan negara-negara lain untuk melucuti senjata. Kritik ini muncul setelah perundingan nuklir pertama sejak perang 12 hari antara Iran dan Israel pada tahun lalu.

Perundingan Nuklir Pertama Sejak Konflik

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam konferensi

Perundingan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) merupakan pertemuan pertama antara Iran dan AS sejak pembicaraan sebelumnya kolaps setelah serangan Israel terhadap Iran pada Juni 2025. Dalam konferensi Al Jazeera Forum yang digelar di Doha, Araghchi menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan Israel yang dinilai tidak adil.

“Proyek ekspansionis Israel mengharuskan negara-negara tetangga dilemahkan: secara militer, teknologi, ekonomi, dan sosial,” ujar Araghchi. Ia menambahkan bahwa Israel bebas memperluas persenjataan tanpa batas, sementara negara lain ditekan untuk mengurangi kapasitas pertahanan mereka.

Kritik Terhadap Doktrin Dominasi

Perundingan nuklir Iran dan AS di Oman

Araghchi menjelaskan bahwa doktrin dominasi Israel menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan internasional. “Ini adalah doktrin dominasi,” katanya. Ia menyoroti bahwa selama perang tahun lalu, Israel menargetkan pejabat militer Iran, ilmuwan nuklir, dan fasilitas nuklir negara Syiah tersebut. AS juga dilaporkan ikut serta dalam pengeboman fasilitas nuklir Iran.

Tehran merespons dengan serangan drone dan rudal terhadap target di Iran, serta menyerang pangkalan militer AS di Qatar. Dalam perundingan tidak langsung dengan AS, Araghchi menyebut suasana “sangat positif”. Ia menegaskan bahwa fokus utama pembicaraan adalah isu nuklir, bukan isu-isu lain seperti program rudal balistik atau dukungan Teheran terhadap kelompok militan.

Tantangan dan Perspektif Baru

Serangan drone Iran ke pangkalan militer AS

Meski perundingan berjalan baik, Araghchi memperingatkan AS untuk tidak melakukan ancaman atau tekanan agar pembicaraan bisa berlanjut. Ia menekankan bahwa Iran akan terus menolak perluasan cakupan negosiasi di luar isu nuklir.

Dalam wawancara terpisah, mantan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Iran akan dilanjutkan pekan depan. Namun, situasi masih penuh ketidakpastian, terutama karena ketegangan yang terus berlangsung antara Iran dan Israel.

Dampak Regional dan Global

Konflik Iran-Israel di kawasan Timur Tengah

Kritik Araghchi terhadap Israel menunjukkan ketegangan yang semakin memburuk di kawasan Timur Tengah. Selain itu, perundingan nuklir antara Iran dan AS menjadi titik penting dalam upaya menciptakan stabilitas regional. Meski ada harapan positif, banyak pihak tetap waspada terhadap potensi eskalasi konflik.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan “doktrin dominasi” menurut Abbas Araghchi?

Doktrin dominasi merujuk pada kebijakan Israel yang dinilai memungkinkan negara tersebut memperluas persenjataan militer sambil menekan negara-negara lain untuk melucuti senjata.

Mengapa perundingan nuklir antara Iran dan AS penting?

Perundingan ini menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan stabilitas regional dan menghindari eskalasi konflik antara Iran dan negara-negara barat.

Apa yang menjadi fokus utama dalam perundingan nuklir?

Fokus utama adalah isu nuklir, meskipun AS ingin membahas isu-isu tambahan seperti program rudal balistik dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan.

Bagaimana respons Iran terhadap serangan Israel?

Iran merespons dengan serangan drone dan rudal terhadap target di Iran, serta menyerang pangkalan militer AS di Qatar.

Apa tantangan utama dalam perundingan nuklir?

Tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan Iran dan AS, serta menghindari ancaman atau tekanan yang dapat mengganggu proses negosiasi.

Perundingan nuklir antara Iran dan AS memberikan harapan baru bagi stabilitas regional, tetapi tantangan tetap besar. Kritik terhadap Israel menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih tinggi. Dengan semua faktor ini, dunia tetap mengawasi perkembangan situasi dengan penuh perhatian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *