Example 728x250
Kalimantan Barat

Suara Hati Siswa SMP di Kalimantan: Kami Lebih Butuh Perbaikan Jalan daripada MBG

7
×

Suara Hati Siswa SMP di Kalimantan: Kami Lebih Butuh Perbaikan Jalan daripada MBG

Share this article

Suara Siswa SMP di Kalimantan: Jalan Rusak Lebih Darurat daripada MBG

Di tengah perhatian nasional terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah video viral menunjukkan siswa SMP di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia menyampaikan keluhan serius. Video tersebut memperlihatkan Gilbert Christian, seorang siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur, berorasi di jalan berlumpur sambil meminta pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur. Permasalahan ini mengangkat isu penting tentang ketimpangan pembangunan di daerah terpencil.

Kondisi Jalan yang Mengancam Pendidikan

Siswa SMP di Krayan Timur melewati jalan berlumpur menuju sekolah

Sekolah yang menjadi tempat Gilbert bersekolah, SMPN 1 Krayan Timur, terletak di Desa Long Umung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Akses ke sekolah melalui jalan Pa Kebuan dan Long Umung yang kondisinya sangat memprihatinkan. Jalanan berlumpur, berlubang, dan licin membuat proses belajar-mengajar menjadi lebih sulit bagi para siswa.

Gilbert, yang juga didampingi warga setempat, menyampaikan bahwa perbaikan jalan lebih mendesak dibandingkan program MBG. “Kami lebih butuh jalan yang layak daripada makan gratis,” ujarnya dengan nada penuh harapan.

Keluhan Warga dan Permintaan Prioritas Pembangunan

Warga Krayan Timur menyampaikan keluhan kepada pemerintah

Tidak hanya siswa, warga setempat juga menyampaikan keluhan mereka. Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, warga meminta agar pemerintah memberikan prioritas pada pembangunan infrastruktur jalan. Menurut Kepala Desa Pa’ Betung, Aprem Rining, masyarakat tidak menolak program pemerintah pusat, tetapi ingin pembangunan yang merata.

“Hasil bumi kami melimpah, tapi jalan masih rusak. Kami ingin anggaran MBG dialihkan ke jalan dulu,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa aksi siswa merupakan inisiatif dari hati nurani mereka sendiri, karena setiap hari harus melewati jalan yang berbahaya.

Tantangan dalam Proses Belajar-Mengajar

Siswa SMP di Krayan Timur berjalan kaki melewati lumpur

Perjalanan ke sekolah bisa memakan waktu hingga satu jam, dengan risiko motor amblas atau bahkan siswa harus berjalan kaki tanpa sepatu. Hal ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi pendidikan di daerah terpencil. Meskipun program MBG telah diimplementasikan, kebutuhan dasar seperti akses jalan yang baik masih menjadi prioritas utama.

Peran Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Pemerintah daerah meninjau jalan rusak di Krayan Timur

Pemerintah diminta untuk hadir secara langsung di lapangan dan melihat kondisi yang nyata di Krayan Timur. Menurut data Kemendikdasmen, wilayah ini membutuhkan perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur. Keberadaan jalan yang baik akan meningkatkan akses pendidikan dan ekonomi, serta menjaga kualitas hidup masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Isu Ini

Q: Apa itu Makan Bergizi Gratis (MBG)?

A: MBG adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan makanan bergizi gratis kepada siswa SD dan SMP sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan kesehatan anak-anak.

Q: Mengapa siswa di Krayan Timur lebih membutuhkan perbaikan jalan?

A: Karena jalan yang rusak menghambat akses ke sekolah dan mengganggu proses belajar-mengajar. Siswa sering harus berjalan kaki atau melewati jalan berlumpur yang membahayakan.

Q: Bagaimana tanggapan pemerintah terhadap keluhan ini?

A: Pemerintah diharapkan memberikan perhatian khusus terhadap daerah terpencil seperti Krayan Timur dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

Q: Apa dampak dari perbaikan jalan di daerah perbatasan?

A: Perbaikan jalan akan meningkatkan akses pendidikan, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat integrasi antar daerah.

Q: Bagaimana masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah?

A: Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah, serta berpartisipasi dalam pengawasan pembangunan agar lebih transparan dan efektif.

Kesimpulan

Isu perbaikan jalan di Krayan Timur mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak hanya tentang program besar, tetapi juga tentang kebutuhan dasar masyarakat. Siswa dan warga setempat menunjukkan bahwa mereka memiliki suara yang perlu didengar. Dengan perhatian yang tepat, daerah terpencil seperti Krayan Timur bisa mendapatkan akses yang sama dengan daerah lain, sehingga memperkuat kesetaraan dan kemajuan nasional.

(Read also: Pemprov DKI Jakarta Siapkan Program Pengadaan Sekolah Swasta Berbasis Digital)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *