Example 728x250
Geografis

Potensi Perbedaan Awal Puasa 2026, BRIN Prediksi Mulai 19 Februari

7
×

Potensi Perbedaan Awal Puasa 2026, BRIN Prediksi Mulai 19 Februari

Share this article



Jakarta – Prediksi awal puasa Ramadan 2026 mulai menimbulkan perdebatan antara pemerintah dan organisasi keagamaan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi bahwa awal Ramadan akan jatuh pada 19 Februari 2026, sementara PP Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 18 Februari sebagai hari pertama puasa. Perbedaan ini bermula dari kriteria pengamatan hilal yang digunakan masing-masing pihak.

Peneliti BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa perbedaan ini tidak disebabkan oleh kesalahan data astronomi, tetapi lebih terkait dengan metode penentuan hilal. “Kriteria hilal lokal dan global berbeda. Pemerintah menggunakan kriteria hilal lokal yang mensyaratkan posisi hilal harus terlihat di wilayah Indonesia, sedangkan Muhammadiyah mengacu pada hilal global,” ujarnya.

pengamatan hilal awal puasa di indonesia

Menurut Thomas, pengamatan hilal pada 17 Februari 2026 tidak memenuhi syarat untuk kriteria hilal lokal. Pada saat magrib, posisi hilal masih di bawah ufuk, sehingga tidak bisa dirukyat. Hal ini menyebabkan pemerintah memutuskan untuk menetapkan awal Ramadan pada 19 Februari.

Sementara itu, PP Muhammadiyah menggunakan pendekatan hilal global. Menurut mereka, jika hilal memenuhi kriteria visibilitas di mana pun dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, maka awal bulan Hijriah ditetapkan. Pada 17 Februari, posisi hilal telah memenuhi kriteria tersebut di Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan 18 Februari sebagai awal Ramadan.

perbedaan kriteria hilal lokal dan global

“Keduanya memiliki dasar ilmiah yang kuat. Tidak ada yang salah, hanya saja kriteria yang digunakan berbeda. Masyarakat dapat memilih sesuai keyakinan masing-masing,” tambah Thomas.

Berdasarkan hasil hisab Muhammadiyah, ijtimak jelang Ramadan 1447 H terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Meskipun tidak semua wilayah dunia memenuhi Parameter Hilal Global (PKG) 1, Muhammadiyah menggunakan parameter lanjutan sehingga menetapkan 18 Februari sebagai awal puasa.



Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menyatakan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Tanggal tersebut juga dinyatakan sebagai hari Rabu Legi dalam sistem kalender Jawa.

Perbedaan ini memicu diskusi tentang harmonisasi penentuan awal puasa. Beberapa pihak berharap adanya kesepakatan bersama untuk menghindari kerancuan dalam penyelenggaraan ibadah puasa.

jadwal imsakiyah ramadan 2026

Dalam konteks ini, para ahli menyarankan masyarakat untuk memperhatikan informasi resmi dari lembaga terkait. Sejumlah ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) juga sedang menyiapkan panduan puasa yang dapat menjadi acuan bagi umat Muslim.

(Read also: [Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk Seluruh Indonesia])


Apa Perbedaan Kriteria Hilal Lokal dan Global?

proses pengamatan hilal

  1. Hilal Lokal

    Kriteria ini mensyaratkan posisi hilal harus terlihat di wilayah Indonesia. Pengamatan dilakukan melalui rukyat atau pengamatan langsung di tempat-tempat tertentu. Jika hilal tidak terlihat, maka awal puasa ditunda.

  2. Hilal Global

    Kriteria ini mengacu pada visibilitas hilal di mana pun di dunia. Jika hilal memenuhi syarat di satu wilayah dan konjungsi terjadi sebelum fajar di suatu negara, maka awal bulan ditetapkan.

Bagaimana Penentuan Awal Puasa Dilakukan?

  • Hisab: Perhitungan astronomi berdasarkan posisi bulan dan matahari.
  • Rukyat: Pengamatan langsung hilal setelah matahari terbenam.
  • Sidang Isbat: Rapat antara pemerintah dan ormas Islam untuk menetapkan awal puasa.

Apa Dampak Perbedaan Ini?

Perbedaan awal puasa dapat memengaruhi kegiatan sosial dan ekonomi. Misalnya, sekolah dan kantor mungkin mengalami ketidakpastian dalam menentukan libur puasa. Selain itu, masyarakat juga perlu mempersiapkan diri secara lebih matang.

Bagaimana Masyarakat Menghadapi Perbedaan Ini?

Masyarakat disarankan untuk mengikuti informasi dari lembaga resmi. Jika tidak yakin, bisa memilih untuk mengikuti salah satu kriteria yang diyakini. Namun, penting untuk menjaga harmonisasi dan saling menghormati perbedaan.


FAQ

Q: Apa bedanya kriteria hilal lokal dan global?

A: Hilal lokal mengacu pada visibilitas di wilayah Indonesia, sedangkan hilal global mengacu pada visibilitas di mana pun di dunia.

Q: Mengapa ada perbedaan awal puasa?

A: Perbedaan ini disebabkan oleh kriteria pengamatan hilal yang digunakan oleh pemerintah dan ormas Islam.

Q: Bagaimana cara menentukan awal puasa?

A: Melalui hisab, rukyat, dan sidang isbat yang diadakan oleh pemerintah dan ormas Islam.

Q: Apakah perbedaan ini akan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari?

A: Ya, karena mungkin memengaruhi kebijakan libur dan persiapan puasa.

Q: Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghadapi perbedaan ini?

A: Masyarakat disarankan untuk mengikuti informasi dari lembaga resmi dan menjaga saling pengertian.




Perbedaan awal puasa 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah menunjukkan pentingnya harmonisasi dalam penentuan waktu ibadah. Meski kriteria berbeda, kedua pihak tetap memiliki dasar ilmiah yang kuat. Masyarakat diharapkan dapat memahami perbedaan ini dan menjaga keharmonisan dalam beribadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *