Example 728x250
none

Israel Kembali Serang Gaza Setelah Bergabung dengan Dewan Perdamaian, 31 Orang Tewas

6
×

Israel Kembali Serang Gaza Setelah Bergabung dengan Dewan Perdamaian, 31 Orang Tewas

Share this article

Serangan Israel ke Gaza Memperparah Kekerasan, 31 Warga Tewas dalam Sehari

Serangan Israel terhadap wilayah Gaza kembali memicu krisis kemanusiaan yang semakin parah. Pada Sabtu (31/1), pasukan Zionis meluncurkan serangan udara dan bombardir di berbagai lokasi, termasuk area pengungsian, yang menewaskan sedikitnya 31 warga Palestina, termasuk enam anak-anak. Serangan ini terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah, yang menghubungkan Gaza dengan Mesir.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, serangan Israel terjadi hampir tanpa henti, menyasar permukiman dan tempat tinggal warga sipil. Salah satu serangan terjadi di wilayah al-Mawasi, barat laut Khan Younis, ketika jet tempur Israel menyerang tenda pengungsi. Insiden ini menewaskan tujuh warga Palestina, termasuk tiga anak-anak. Jenazah korban kemudian dibawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di Kota Gaza, serangan udara lainnya menghancurkan gedung apartemen di lingkungan Remal. Layanan darurat melaporkan lima korban jiwa, termasuk seorang ibu dan tiga anaknya. “Kami dapat merasakan gelombang ledakan, diikuti oleh awan debu gelap dan tebal yang memenuhi area tersebut,” ujar jurnalis Al Jazeera, Hani Mahmoud.

serangan udara Gaza warga sipil

Selain itu, delapan warga Palestina dilaporkan luka akibat bom yang meledak di lingkungan Daraj, Kota Gaza. Serangan ini terjadi di wilayah yang seharusnya menjadi bagian dari area gencatan senjata tahap pertama yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Kecaman Internasional atas Serangan Israel

PBB kecam serangan Israel Gaza

PBB dan negara-negara mediator seperti Mesir dan Qatar mengecam keras serangan Israel. Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menulis bahwa gencatan senjata saat ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan bahwa rakyat Gaza berhak mendapatkan gencatan senjata yang benar-benar tulus.

Mesir dan Qatar menyerukan semua pihak untuk menunjukkan “pengekangan maksimal” menjelang pembukaan kembali penyeberangan Rafah. Sementara itu, Qatar menyebut kekerasan terbaru sebagai “eskalasi berbahaya” yang berpotensi merusak upaya regional dan internasional untuk memperkuat gencatan senjata.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons atas insiden pada Jumat, ketika delapan pejuang Palestina disebut keluar dari sebuah terowongan di Rafah. Namun, klaim ini dibantah oleh anggota biro politik Hamas, Suhail al-Hindi, yang menyebut tindakan Israel sebagai “kejahatan sepenuhnya yang dilakukan oleh musuh kriminal”.

Penyeberangan Rafah Dibuka Terbatas, Bantuan Masih Tertunda

penyeberangan Rafah Gaza

Meski Israel dijadwalkan membuka kembali penyeberangan Rafah pada Minggu, pembukaan ini hanya akan mengizinkan “pergerakan terbatas orang” yang telah mendapat izin keamanan. Bantuan kemanusiaan dan pasokan logistik tidak akan diizinkan masuk melalui jalur tersebut.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Munir al-Bursh, memperingatkan bahwa kondisi kesehatan di wilayah tersebut semakin memburuk akibat menipisnya persediaan medis. Ia mendesak agar pasokan medis segera diizinkan masuk dan evakuasi warga Palestina yang terluka dapat difasilitasi untuk mendapatkan perawatan di luar Gaza.

Penyeberangan Rafah akan diawasi oleh Mesir, Otoritas Palestina, serta misi Uni Eropa, meski Israel tetap memegang kendali penuh atas siapa yang boleh masuk dan keluar. “Hanya mereka yang melarikan diri selama dua tahun terakhir yang diizinkan untuk kembali,” jelas jurnalis Al Jazeera, Mahmoud.

Konflik Berlanjut, Korban Jiwa Terus Bertambah

korban serangan Israel Gaza

Sejak serangan Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 71.600 warga Palestina dilaporkan tewas. Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Hamas pun mendesak Israel agar membuka Rafah tanpa pembatasan dan mematuhi seluruh isi perjanjian gencatan senjata. Mereka menilai tindakan Israel terus-menerus melanggar kesepakatan damai dan memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab serangan Israel ke Gaza?

Serangan Israel disebut sebagai respons atas insiden di mana delapan pejuang Palestina disebut keluar dari terowongan di Rafah. Namun, klaim ini dibantah oleh Hamas.

Bagaimana situasi kemanusiaan di Gaza?

Kondisi kesehatan di Gaza semakin memburuk akibat menipisnya persediaan medis dan bantuan kemanusiaan yang terhambat.

Apa rencana pembukaan kembali penyeberangan Rafah?

Israel akan membuka kembali penyeberangan Rafah, tetapi hanya mengizinkan pergerakan terbatas orang yang telah mendapat izin keamanan. Bantuan kemanusiaan tidak akan diizinkan masuk melalui jalur tersebut.

Apa tanggapan internasional terhadap serangan Israel?

PBB dan negara-negara mediator seperti Mesir dan Qatar mengecam keras serangan Israel. Mereka menyerukan pengekangan maksimal dan perdamaian sejati bagi rakyat Gaza.

Bagaimana dampak serangan terhadap masyarakat Gaza?

Serangan Israel memperparah krisis kemanusiaan, dengan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Rakyat Gaza terus menghadapi tantangan hidup yang sulit.

(Read also: Indonesia Gabung Board of Peace, MUI Wanti-wanti Soal Perjuangan Palestina)

(Read also: MUI Minta RI Mundur dari Board of Peace: Tidak Berpihak pada Palestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *