Example 728x250
Geografi

Pengembang Sebut Gen Z Malas, Enggan Membeli Rumah Jauh dari Tempat Kerja

7
×

Pengembang Sebut Gen Z Malas, Enggan Membeli Rumah Jauh dari Tempat Kerja

Share this article

Generasi Z Tidak Ingin Tinggal Jauh dari Tempat Kerja, Pengembang Kewalahan

Generasi Z, yang dikenal sebagai generasi digital native, mulai mencari rumah pertama untuk tempat tinggal. Namun, pengembang properti mengungkapkan bahwa ada tantangan besar yang dihadapi saat menawarkan perumahan kepada generasi ini. Salah satu kendala utamanya adalah lokasi hunian yang terlalu jauh dari tempat kerja.



Direktur Utama Pesona Kahuripan Angga Budi Kusuma menyebutkan bahwa banyak Gen Z cenderung “mager”, atau malas bergerak. Mereka lebih memilih tinggal di sekitar tempat kerja daripada harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Hal ini menjadi alasan utama mengapa pengembang harus merancang perumahan yang strategis dan dekat dengan area kerja calon pembeli.

“Gen Z itu mager alias malas bergerak, maunya tinggal yang dekat tempat kerja. Jadi, pengembang harus mendekatkan perumahan ke area pembeli karena banyak pembeli rumah maunya tinggal yang dekat tempat kerja,” ujar Angga dalam acara Anugerah Forwapera 2026 di Jakarta Selatan.

Perumahan Harus Strategis, Bukan Hanya Menarik

Perumahan di dekat pasar

Angga menjelaskan bahwa lokasi perumahan tidak hanya harus menarik secara estetika, tetapi juga harus sesuai dengan kebutuhan hidup para Gen Z. Misalnya, jika perumahan dibangun di luar pusat kota, maka akan sulit menarik minat Gen Z yang ingin tinggal dekat tempat kerja.

“Jika perumahan dibangun agak jauh dari pusat kota atau tempat kerjanya, jumlah pembeli rumah tidak akan banyak karena rata-rata Gen Z enggan tinggal terlalu jauh dari kantor,” katanya.



Selain itu, Angga menyarankan agar pengembang membangun perumahan di area yang ramai dan memiliki akses mudah ke fasilitas umum seperti pasar. Menurutnya, lokasi tersebut sangat strategis dan bisa membantu meningkatkan nilai properti serta kenyamanan penghuni.

Perumahan di Kota Kecil Juga Butuh Lokasi yang Tepat

Gen Z di kota kecil

Tidak hanya di kota besar seperti Jakarta, Angga menegaskan bahwa lokasi perumahan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan Gen Z di kota-kota kecil. Contohnya, jika konsumen bekerja di lahan pertanian, maka perumahan harus dibangun di dekat area tersebut.

“Misalkan area perumahan ada di ring 1 dan ring 2, nah untuk penataannya mungkin 70 persen itu perumahan dan 30 persennya lahan pertanian karena pembeli rumah itu (Gen Z) kan nggak mau jauh dari tempat kerjanya. Kalau misalkan lahan pertanian itu semua di ring 1 lalu perumahan dibangun di ring 5, nggak ada konsumen yang mau beli karena jauh dari tempat kerja,” jelas Angga.



Menurut Angga, pengembang harus memahami pola hidup Gen Z yang menginginkan kenyamanan dan aksesibilitas. Jika perumahan dibangun di lingkungan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, maka tidak akan ada peminat.

Pentingnya Lokasi dalam Bisnis Properti

Pengembang properti di kota besar

Pengembang properti juga menyadari bahwa membangun perumahan di lokasi yang tepat tidak hanya menarik konsumen, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya perumahan di sekitar tempat kerja, masyarakat akan lebih mudah mengakses pekerjaan dan fasilitas umum.

“Apabila lokasi (perumahan) berada di lingkungan calon pembeli, itu baru lokasi yang saya nilai strategis. Jadi saya mau berbisnis perumahan di situ,” imbuh Angga.

Apa yang Harus Dilakukan Pengembang?

Dari pengamatan ini, terlihat bahwa pengembang perlu melakukan analisis mendalam tentang kebutuhan Gen Z. Mereka tidak hanya mencari rumah yang indah, tetapi juga yang nyaman dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pengembang antara lain:
1. Melakukan survei kebutuhan Gen Z di setiap wilayah.
2. Merancang perumahan yang dekat dengan pusat bisnis dan transportasi umum.
3. Memastikan aksesibilitas ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

FAQ

Q: Mengapa Gen Z lebih suka tinggal dekat tempat kerja?

A: Gen Z cenderung malas bergerak dan ingin menghemat waktu serta biaya transportasi. Oleh karena itu, mereka lebih memilih tinggal di dekat tempat kerja.

Q: Bagaimana pengembang bisa menarik Gen Z?

A: Pengembang perlu membangun perumahan di lokasi strategis, dekat dengan area kerja, pasar, dan fasilitas umum.

Q: Apakah Gen Z hanya tertarik pada perumahan di kota besar?

A: Tidak, Gen Z juga tertarik pada perumahan di kota kecil asalkan lokasinya sesuai dengan kebutuhan mereka.

Q: Apa dampak dari membangun perumahan di lokasi yang tidak strategis?

A: Pembelian akan sedikit karena Gen Z enggan tinggal terlalu jauh dari tempat kerja.

Q: Bagaimana perumahan yang dekat tempat kerja dapat meningkatkan ekonomi lokal?

A: Dengan adanya perumahan di sekitar tempat kerja, masyarakat akan lebih mudah mengakses pekerjaan dan fasilitas umum, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

Kesimpulan

Lokasi menjadi faktor penting dalam menarik minat Gen Z untuk membeli rumah. Pengembang perlu memahami kebutuhan generasi ini dan merancang perumahan yang dekat dengan tempat kerja dan fasilitas umum. Dengan demikian, tidak hanya menarik konsumen, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *