Example 728x250
none

Jalan Kabupaten Rusak, Pemkab Tulungagung Hanya Bisa Perbaiki Sementara

6
×

Jalan Kabupaten Rusak, Pemkab Tulungagung Hanya Bisa Perbaiki Sementara

Share this article

Kondisi Jalan Kabupaten Tulungagung Memprihatinkan, Pemkab Hanya Lakukan Tambal Sulam

Kondisi jalan kabupaten di Tulungagung kini menjadi sorotan masyarakat setelah banyak titik yang mengalami kerusakan parah. Lubang besar dan jalan retak sering kali menjadi ancaman bagi pengendara, terutama saat musim hujan. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung hanya mampu melakukan perbaikan sementara atau tambal sulam, tanpa solusi permanen.

Beberapa ruas jalan yang rusak parah antara lain Ngunut-Doroampel, Ngunut-Podorejo, dan Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Warga Keluhkan Kondisi Jalan yang Tak Kunjung Diperbaiki

Warga menambal jalan rusak di Tulungagung

Rizal, seorang warga setempat, mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut sudah memburuk selama beberapa tahun terakhir. Ia sering melewati jalur Ngunut-Boyolangu dan menyaksikan langsung kerusakan yang semakin parah.

“Di lingkungan 8, 7, dan Sambijajar, lubangnya cukup dalam dan lebar. Ini sangat membahayakan,” ujar Rizal.

Sementara itu, Puspa, pengendara sepeda motor, menilai kerusakan jalan ini berdampak besar pada mobilitas. “Kalau hujan, lubangnya hampir tak terlihat. Saya pernah nyaris terjatuh akibat lubang di Sambijajar,” katanya.

Warga sekitar sempat mencoba memperbaiki jalan dengan menambalnya menggunakan semen. Namun, perbaikan sementara ini tidak bertahan lama.

“Di Lingkungan 8, jalan sempat ditambal, tapi sekarang kembali rusak,” tambah Puspa.

Penanganan oleh Pemkab Tulungagung

Tulisan sindiran warga di jalan rusak Desa Sanggrahan

Menurut Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, pihaknya mengakui adanya kerusakan pada beberapa ruas jalan kabupaten. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap, namun hanya bersifat tambal sulam.

“Jalan Boyolangu-Sanggrahan akan diperbaiki melalui pemeliharaan berkala pada tahun ini,” ujarnya.

Ruas jalan Ngunut-Podorejo dan Ngunut-Doroampel juga akan diperbaiki, meskipun hanya untuk titik-titik yang mengalami kerusakan berat.

“Perbaikan akan dimulai pada Maret nanti,” imbuh Erwin.

Namun, warga masih merasa khawatir karena perbaikan yang dilakukan dinilai tidak cukup untuk mengatasi masalah jangka panjang.

Masalah Infrastruktur yang Mengancam Keselamatan

Selain mengganggu mobilitas, kerusakan jalan juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Banyak warga mengeluhkan bahaya yang dihadapi saat melintasi jalan-jalan tersebut, terutama saat hujan.

Di Desa Sanggrahan, misalnya, kerusakan jalan terjadi dari dekat masjid hingga minimarket. Bahkan, tulisan sindiran dari warga terpampang di lokasi tersebut: “Selamat Datang di Wisata Jenglongan Sewu.”

Tantangan Anggaran dan Prioritas Pembangunan

Jalan kabupaten Tulungagung yang rusak parah

Masalah anggaran tampaknya menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan infrastruktur jalan di Tulungagung. Sebelumnya, Pemkab telah menganggarkan Rp 300 miliar untuk perbaikan infrastruktur. Namun, anggaran tersebut harus dialokasikan untuk berbagai sektor, termasuk pembangunan gedung-gedung publik dan layanan kesehatan.

Selain itu, APBD Tulungagung 2026 mengalami defisit sebesar Rp 150 miliar, dengan sepertiga dari anggaran digunakan untuk belanja pegawai. Hal ini membatasi kemampuan pemerintah dalam memperbaiki jalan-jalan kabupaten.

Solusi Jangka Panjang yang Diharapkan

Meski Pemkab Tulungagung berkomitmen untuk melakukan perbaikan, warga berharap ada solusi jangka panjang yang lebih efektif.

“Harapan kami adalah jalan bisa diperbaiki secara permanen, bukan hanya sekadar tambal sulam,” ujar Rizal.

Banyak warga juga menyarankan agar pemerintah lebih proaktif dalam memantau kondisi jalan dan melakukan perawatan rutin.


FAQ

Pemkab Tulungagung menangani jalan rusak

Q: Apa penyebab kerusakan jalan di Tulungagung?

A: Kerusakan jalan disebabkan oleh faktor alam, intensitas lalu lintas tinggi, serta kurangnya perawatan rutin.

Q: Bagaimana cara Pemkab Tulungagung menangani kerusakan jalan?

A: Pemkab hanya melakukan perbaikan tambal sulam pada titik-titik yang rusak parah, bukan secara menyeluruh.

Q: Apakah ada rencana perbaikan jalan yang lebih permanen?

A: Saat ini, Pemkab hanya menjadwalkan perbaikan sementara. Namun, warga berharap ada solusi jangka panjang.

Q: Bagaimana dampak kerusakan jalan terhadap masyarakat?

A: Kerusakan jalan berdampak pada keselamatan pengendara, mobilitas, dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Q: Apa yang bisa dilakukan warga untuk membantu perbaikan jalan?

A: Warga bisa melaporkan kerusakan jalan kepada pihak berwenang dan mengajukan usulan perbaikan.


Kesimpulan

Kondisi jalan kabupaten di Tulungagung memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Meskipun Pemkab telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan, solusi yang diberikan masih bersifat sementara. Dengan anggaran yang terbatas dan prioritas pembangunan yang beragam, masyarakat berharap ada upaya lebih besar untuk mengatasi masalah infrastruktur ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *