Example 728x250
none

Video Guru Tugas Dianiaya Wali Santri di Sampang

7
×

Video Guru Tugas Dianiaya Wali Santri di Sampang

Share this article

Guru Tugas di Sampang Jadi Korban Penganiayaan oleh Wali Santri, Video Viral di Media Sosial

Sebuah kejadian penganiayaan yang mengejutkan terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Seorang guru tugas menjadi korban pengeroyokan oleh wali santri di Kecamatan Kedundung. Kejadian ini terekam dalam video dan viral di media sosial, memicu perhatian publik dan pihak berwajib.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang membawa senjata tajam dan tampak hendak menyerang korban. Guru tugas tersebut akhirnya berhasil diamankan oleh warga setempat dari amukan para pelaku. Suara seorang perempuan terdengar mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan kasar yang dilakukan.

“Epak dekremmah sih. Sarah, Billahi sarah se epokol,” ujar perempuan itu sambil menunjukkan rasa prihatin terhadap kondisi korban.

warga mengamankan korban penganiayaan di Sampang

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian penganiayaan di Sampang

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa insiden ini terjadi di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedundung, pada Kamis (5/2/2026). Meski kejadian telah terjadi, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan lengkap mengenai penyebab kejadian karena masih dalam proses penyelidikan.

“Benar, Itu kejadiannya di wilayah Kendudung,” kata Eko kepada detikJatim.

Berdasarkan informasi terakhir, kasus ini baru dilaporkan oleh korban pada Jumat (6/2/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ini, polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan identitas pelaku.

Dampak Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Sekolah

lingkungan sekolah di Sampang

Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi korban, tetapi juga mencemari suasana pendidikan di daerah tersebut. Guru tugas yang menjadi korban dikenal sebagai tenaga pengajar yang bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap siswanya. Tindakan brutal dari wali santri menimbulkan pertanyaan besar tentang hubungan antara orang tua dan institusi pendidikan.

Masyarakat setempat merasa prihatin dengan situasi ini. Banyak yang menilai bahwa tindakan seperti ini dapat merusak kredibilitas lembaga pendidikan dan memicu ketidakpercayaan antara siswa, guru, dan orang tua.

Langkah yang Dilakukan oleh Pihak Sekolah

guru tugas di Sampang bersama siswanya

Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah tempat guru tugas tersebut bekerja langsung mengambil langkah-langkah untuk melindungi tenaga pengajar dan siswa. Beberapa langkah telah diambil, termasuk meningkatkan keamanan di lingkungan sekolah dan memberikan pelatihan kesadaran hukum kepada seluruh staf serta siswa.

Selain itu, pihak sekolah juga berkomunikasi dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan emosional dan bantuan medis jika diperlukan. Hal ini dilakukan agar korban dapat pulih secara fisik maupun mental.

Pertanyaan yang Muncul

  1. Apa penyebab penganiayaan yang dilakukan oleh wali santri?

    Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian ini masih dalam penyelidikan. Namun, beberapa kemungkinan yang muncul adalah konflik antara orang tua dan guru, atau masalah pribadi antara pelaku dan korban.

  2. Bagaimana tanggapan pihak sekolah terhadap kejadian ini?

    Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka akan terus menjaga keamanan dan kesejahteraan semua pihak yang terlibat dalam lingkungan pendidikan.

  3. Apakah ada rencana untuk menindaklanjuti kasus ini?

    Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan akan mengambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku jika ditemukan bukti kuat.

  4. Bagaimana dampak kejadian ini terhadap dunia pendidikan di Sampang?

    Kejadian ini memicu diskusi tentang pentingnya komunikasi antara orang tua dan guru, serta perlunya peningkatan kesadaran hukum dalam masyarakat.

  5. Bagaimana masyarakat bisa membantu korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan?

    Masyarakat dapat mendukung korban dengan memberikan dukungan moral dan bantuan medis. Selain itu, masyarakat juga dapat meningkatkan kesadaran hukum dan menjaga hubungan harmonis antara orang tua, guru, dan siswa.

Kesimpulan

Kejadian penganiayaan terhadap guru tugas di Sampang menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan. Kekerasan tidak boleh diterima dalam bentuk apa pun, baik terhadap guru maupun siswa. Pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati.

(Read also: [Kasus Penganiayaan Kurir COD di Sampang Terungkap, Pelaku Ternyata ASN Pemkab])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *