Example 728x250
Geografis

Dua Kelompok Nelayan Pasuruan Berdamai Setelah 11 Perahu Dibakar

7
×

Dua Kelompok Nelayan Pasuruan Berdamai Setelah 11 Perahu Dibakar

Share this article

Nelayan Pasuruan Akhirnya Sepakat Damai Setelah Konflik Berdarah

Puluhan nelayan di Kabupaten Pasuruan akhirnya menemukan titik terang setelah konflik yang berlangsung selama beberapa hari. Dua kelompok nelayan dari Desa Kalirejo dan Kelurahan Ngemplakrejo, yang sebelumnya saling berselisih hingga menyebabkan dua orang luka dan 11 perahu dibakar, akhirnya sepakat untuk berdamai. Kesepakatan ini ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly.

Mediasi Berhasil, Permasalahan Dianggap Selesai

Rapat koordinasi yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota pada Jumat (6/2/2026) pukul 21.00 WIB berhasil mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly mengatakan bahwa kedua kelompok nelayan sepakat untuk tidak lagi melanjutkan perselisihan dan menjaga keamanan di pelabuhan.

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat tiga poin utama. Pertama, kedua belah pihak sepakat untuk damai dan memandang permasalahan sebagai selesai. Kedua, korban pembacokan diberikan santunan serta ganti rugi biaya pengobatan. Ketiga, kedua pihak sepakat untuk tidak mengulangi kejadian serupa dan taat pada aturan hukum yang berlaku.

Penyelesaian Ganti Rugi Kapal Dilakukan Bersama-sama

Terkait kerugian yang dialami akibat pembakaran 11 perahu, penyelesaian akan dilakukan secara bersama-sama oleh kedua belah pihak. Proses ini akan melibatkan Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Diharapkan, langkah ini dapat memberikan keadilan bagi para nelayan yang menjadi korban konflik.

Partisipasi Banyak Pihak dalam Mediasi

Mediasi yang berlangsung secara damai ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly dan jajaran pejabatnya, serta perwakilan dari Kodim Pasuruan. Dari sisi pemerintah, hadir Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Ketua DPRD Kota Pasuruan M Toyib, Camat Panggungrejo Hermanto, Camat Kraton Ugik Setyo Darmoko, Kades Kalirejo M Adip, Lurah Ngemplakrejo M Khilmi, serta tokoh masyarakat dari kedua daerah.

Awal Konflik yang Mengakibatkan Pembakaran Perahu

Sebelumnya, konflik antara dua kelompok nelayan bermula dari perselisihan di Perairan Katingan, Sidoarjo. Perselisihan dipicu oleh adanya perahu menggunakan jaring trawl milik nelayan Kelurahan Ngemplakrejo yang dianggap berjalan terlalu dekat ke pinggir. Nelayan Ramah Lingkungan dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, mengetahui hal ini dan menuntut agar perahu itu dibawa ke Dusun Kisik. Enam ABK perahu tersebut kemudian disuruh pulang.

Perahu jaring trawl itu akhirnya dibakar oleh warga Dusun Kisik. Hal ini memicu reaksi dari warga Kelurahan Ngemplakrejo, yang kemudian melakukan pembakaran terhadap perahu-perahu milik nelayan Dusun Kisik yang bersandar di pelabuhan.

Dampak Konflik yang Menyebabkan Luka dan Kerugian Besar

Akibat konflik ini, total 11 perahu terbakar dan dua orang mengalami luka akibat senjata tajam. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah setempat. Namun, dengan adanya kesepakatan damai, diharapkan kembali kestabilan dapat tercapai di wilayah tersebut.

(Read also: [Konflik Nelayan di Pasuruan: Perahu Dibakar dan Dua Orang Luka])

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa penyebab konflik antara nelayan Pasuruan?

Konflik bermula dari perselisihan di Perairan Katingan, Sidoarjo, akibat perahu nelayan Kelurahan Ngemplakrejo yang dianggap berjalan terlalu dekat ke pinggir. Hal ini memicu cekcok antara kedua belah pihak.

Berapa jumlah perahu yang terbakar?

Total 11 perahu yang terbakar dalam peristiwa ini.

Bagaimana proses penyelesaian konflik?

Proses penyelesaian dilakukan melalui mediasi yang dihadiri oleh pihak aparat dan pemerintah. Kesepakatan damai dicapai dan kerugian akan diselesaikan bersama-sama.

Apakah ada korban luka dalam kejadian ini?

Ya, dua orang mengalami luka akibat senjata tajam.

Apa dampak dari konflik ini bagi masyarakat?

Konflik menimbulkan ketegangan di kalangan nelayan dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan di pelabuhan.

Kesimpulan

Konflik nelayan di Pasuruan telah berakhir dengan kesepakatan damai yang dituangkan dalam rapat koordinasi. Dengan adanya komitmen kedua belah pihak untuk tidak mengulangi kejadian serupa, diharapkan kondisi di pelabuhan kembali stabil. Langkah-langkah penyelesaian kerugian juga akan segera diambil untuk memberikan keadilan kepada semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, keharmonisan antar nelayan dapat terjaga dan berkontribusi positif bagi perekonomian lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *