Penemuan 2 Jenazah Saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali
Perahu KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 akhirnya mulai diangkat dari dasar laut. Proses pengangkatan ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak seperti Pol Air, TNI AL, dan Basarnas. Pada hari pertama penyisiran bagian dalam bangkai kapal, tim evakuasi menemukan dua jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya kapal tersebut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi Banyuwangi, Purgana, menjelaskan bahwa jika ditemukan jenazah selama proses pengangkatan, akan diperlakukan sesuai dengan protokol yang berlaku. Ia menegaskan bahwa jenazah akan dimakamkan secara layak melalui pemakaman massal setelah dilakukan identifikasi.
“Nanti, jika dalam prosesnya itu ada ditemukan jenazah, akan diperlakukan dengan sebagaimana mestinya. Itu adalah hasil koordinasi dengan seluruh pihak dari yang saya tahu,” ujar Purgana.

Keluarga Korban Kecewa atas Ketidakterbukaan Informasi

Di sisi lain, temuan jenazah yang masih dalam proses evakuasi dari dasar laut ke permukaan telah disampaikan kepada pihak perwakilan keluarga korban. Namun, mereka menyampaikan kekecewaan terhadap sikap otoritas yang dinilai tidak memberikan informasi perkembangan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya secara berkala.
Bibit Hariyanto, perwakilan keluarga korban, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada video atau foto yang diterima oleh pihak keluarga. “Sampai hari ini tidak ada satupun video atau foto yang kami terima. Semua bungkam, tidak memberikan update informasi kepada kami tentang perkembangan pengangkatan bangkai KMP Tunu,” ungkap Bibit.
Ia juga menduga ada upaya menutup-nutupi proses tersebut. Bibit mengaku menerima tekanan dari pihak keluarga korban terkait tuntutan yang seharusnya menjadi kesepakatan bersama. “Keluarga korban menekan saya, dan mereka mengancam kalau tidak ada koordinasi baik, surat pernyataan persetujuan akan dicabut,” tegas Bibit.
Identifikasi Jenazah Pertama
Setelah berhasil diangkat ke permukaan, jenazah pertama yang ditemukan di dalam bangkai KMP Tunu Pratama Jaya segera dipindahkan ke RSUD Blambangan. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah diketahui bernama I Wayan Teja Setiawan (33), warga Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
I Wayan Teja Setiawan diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas pada bagian klasi atau parkir kapal ketika sandar. Perwakilan keluarga korban telah mendapat informasi dan segera menuju ke RSUD Blambangan.
Penemuan Jenazah Kedua
Beberapa saat kemudian, satu jenazah kembali ditemukan saat proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah ini juga diduga merupakan korban yang terjebak di dalam bangkai kapal selama 6 bulan.
Temuan jenazah ini terjadi ketika proses pelepasan bagian bangkai kapal dengan cara dipotong robot bawah air di kapal tongkang KK Pioner 88. Kondisi jenazah kedua sulit dikenali karena hanya tersisa bagian tubuhnya saja.
Saat ini, jenazah yang belum bisa diidentifikasi jenis kelaminnya itu dibawa ke RSUD Negara, Bali untuk selanjutnya dilakukan identifikasi di RSUD Blambangan mengingat seluruh data manifest dan korban ada di rumah sakit negeri di Banyuwangi itu.
Tanggapan Masyarakat dan Komentar Publik
Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya ini menarik perhatian publik, terutama para keluarga korban yang merasa dibiarkan dalam ketidakpastian. Banyak netizen mengkritik kurangnya transparansi dari pihak berwenang, sementara yang lain meminta agar proses evakuasi dilakukan dengan lebih cepat dan terbuka.
FAQ
Apa latar belakang kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya?
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, tetapi beberapa ahli menyebutkan faktor cuaca buruk dan kelebihan muatan sebagai kemungkinan penyebab utama.
Bagaimana proses pengangkatan bangkai kapal dilakukan?
Proses pengangkatan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai instansi seperti Pol Air, TNI AL, dan Basarnas. Teknologi seperti robot bawah air digunakan untuk membantu proses pengangkatan.
Bagaimana tanggapan keluarga korban terhadap proses pengangkatan?
Banyak keluarga korban merasa kecewa karena tidak mendapatkan informasi yang cukup. Mereka menuntut transparansi dan kejelasan dari pihak berwenang.
Apakah jenazah yang ditemukan sudah diidentifikasi?
Jenazah pertama sudah diidentifikasi sebagai I Wayan Teja Setiawan, sedangkan jenazah kedua masih dalam proses identifikasi.
Apa langkah selanjutnya setelah penemuan jenazah?
Setelah identifikasi selesai, jenazah akan dimakamkan secara layak sesuai protokol yang berlaku. Proses pengangkatan bangkai kapal akan terus dilakukan hingga seluruh korban dapat ditemukan dan diberi penghormatan yang layak.
Kesimpulan
Penemuan dua jenazah saat pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya menunjukkan betapa pentingnya proses evakuasi yang terbuka dan transparan. Meskipun banyak tantangan, pihak berwenang harus tetap memprioritaskan kebutuhan keluarga korban dan menjaga kepercayaan publik. Dengan kolaborasi yang baik dan komunikasi yang efektif, proses pengangkatan dan identifikasi jenazah dapat dilakukan dengan lebih cepat dan manusiawi.




