Example 728x250
none

Menteri PU Jamin IJD Sidoarjo Bantu Petani dan Logistik

8
×

Menteri PU Jamin IJD Sidoarjo Bantu Petani dan Logistik

Share this article

Menteri PU Pastikan IJD Sidoarjo Dukung Petani dan Logistik

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo meninjau langsung pembangunan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Banjarkemantren-Prasung di Lingkar Timur, Sidoarjo. Pembangunan jalan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat kelancaran logistik dan mendukung para petani di wilayah tersebut.



Dalam kunjungan tersebut, Doddy mengungkapkan bahwa IJD ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam membantu daerah yang mengalami keterbatasan dana infrastruktur. “Sesuai instruksi Bapak Presiden, kita harus hadir untuk kebutuhan infrastruktur daerah,” ujarnya.

Proyek IJD Banjarkemantren-Prasung Selesai 100%

Proses pembangunan IJD Banjarkemantren-Prasung di Sidoarjo

Proyek IJD Banjarkemantren-Prasung dibangun sepanjang 1,8 kilometer dengan total anggaran sebesar Rp 33,6 miliar. Pembangunan dimulai pada 13 Oktober 2025 dan kini telah rampung 100%. Jalan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi logistik dan meningkatkan efisiensi produksi pertanian.



Doddy menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga akan memengaruhi biaya operasional petani. “Jika jalannya mulus, pergerakan petani saat panen makin cepat dan biaya operasional turun,” tambahnya.

Penyempurnaan Sistem Pelaksanaan IJD

Sistem pengawasan proyek IJD Sidoarjo

Sistem pelaksanaan IJD sudah semakin matang. Pengelolaan dan pengawasan dilakukan oleh aparat penegak hukum serta dinilai memenuhi standar teknokrasi yang lebih baik. Namun, untuk Inpres irigasi, masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan.



Menurut Doddy, pelaksanaan Inpres irigasi relatif lebih baru, sehingga masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi teknokrasi. “Kita akan ‘cut and paste’ sistem yang sudah berjalan baik di bidang jalan,” jelasnya.

Dampak Investasi Infrastruktur pada Petani

Petani Sidoarjo menggunakan jalur IJD untuk mengangkut hasil panen

Tujuan utama IJD jalan dan Inpres irigasi adalah meningkatkan produktivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta menekan biaya operasional petani. Dengan jalan yang lebih baik, petani dapat mengangkut hasil panen ke pasar dengan lebih cepat dan murah. Begitu pula dengan irigasi yang lancar, biaya tanam dapat ditekan secara signifikan.



Doddy menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian secara rutin meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur Nilai Tukar Petani (NTP) dari bulan ke bulan. Kementerian PU juga mendorong agar IJD jalan dan Inpres irigasi daerah dimasukkan sebagai variabel dalam perhitungan NTP.

Prediksi Dampak Investasi Infrastruktur

Menteri PU Doddy Hanggodo menjelaskan dampak infrastruktur pada petani

Secara umum, dampak investasi tersebut diperkirakan berada pada kisaran 10-20 persen, meskipun tidak sebesar pengaruh fluktuasi harga komoditas. “Ujungnya, biaya operasional keseluruhan turun dan nilai tukar petani akan naik,” terangnya.



Pembangunan IJD dan Inpres irigasi di Sidoarjo menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang tepat sasaran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa tujuan dari pembangunan IJD Banjarkemantren-Prasung?

A: Tujuan utamanya adalah mempercepat kelancaran logistik dan mendukung para petani di wilayah Sidoarjo.

Q: Bagaimana dampak IJD terhadap biaya operasional petani?

A: Jalan yang lebih baik akan mempercepat pergerakan petani saat panen dan menurunkan biaya operasional secara signifikan.

Q: Apa yang membuat sistem IJD di Sidoarjo lebih matang?

A: Sistem pengelolaan dan pengawasan dilakukan oleh aparat penegak hukum serta memenuhi standar teknokrasi yang lebih baik.

Q: Apakah Inpres irigasi juga memiliki dampak serupa?

A: Ya, namun proses pelaksanaannya masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi teknokrasi.

Q: Bagaimana pemerintah mengukur efektivitas IJD dan Inpres irigasi?

A: Kementerian Pertanian secara rutin meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur Nilai Tukar Petani (NTP) dari bulan ke bulan.

Kesimpulan

Pembangunan IJD Banjarkemantren-Prasung di Sidoarjo menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur daerah. Dengan jalan yang lebih baik dan irigasi yang lancar, petani akan mendapatkan manfaat langsung dalam hal efisiensi produksi dan distribusi. Proyek ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi model bagi pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *