Dua Saudara Tewas dalam Duel Carok di Jember, Diduga Akibat Sengketa Tanah
Sebuah peristiwa maut terjadi di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Jember. Dua saudara, Sumarsono (52) dan Buradi (68), terlibat duel carok yang berujung pada kematian salah satu dari mereka. Peristiwa ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat setempat, mengingat konflik yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai justru berujung pada tindakan kekerasan.
Menurut Camat Kalisat Nuryadi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Keduanya, yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Glagahwero, diduga berselisih karena masalah batas tanah. Pada Sabtu malam, mereka sempat dilerai oleh warga, namun kesepakatan untuk menyelesaikan masalah secara damai tidak tercapai. Pagi harinya, konflik kembali memuncak hingga berujung pada pembacokan.

Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati menjelaskan, saat kejadian, Sumarsono sedang menyapu halaman rumahnya. Buradi tiba-tiba menyerang dengan sabit, mengenai punggung korban. Bacokan kedua sempat ditangkis oleh Sumarsono menggunakan tangannya, sehingga luka pada telapak tangan sebelah kanannya.
Setelah itu, korban mencoba melarikan diri ke rumah ketua RW, Suharjo. Buradi tetap mengejar dan melakukan pembacokan. Namun, Suharjo berhasil melerai dengan menggunakan gagang sapu, sehingga korban sempat terlepas. Sayangnya, saat akan kabur, Sumarsono terjatuh, dan Buradi kembali membacoknya di bagian perut. Luka tersebut sangat parah hingga usus korban terburai.

Setelah kejadian, pelaku langsung diamankan oleh warga dan dibawa ke Polsek Kalisat. Sementara itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Soebandi, Jember, namun meninggal dunia di tempat tersebut.
Latar Belakang Konflik dan Potensi Pengulangan

Masalah sengketa tanah sering kali menjadi akar dari konflik antar warga. Di wilayah Jember, khususnya di daerah pedesaan, masalah batas lahan sering kali memicu perselisihan yang sulit diselesaikan. Hal ini terlihat dari kasus ini, di mana konflik yang awalnya bisa diatasi melalui musyawarah justru berujung pada tindakan kekerasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik antara Sumarsono dan Buradi bermula dari perbedaan pendapat mengenai batas tanah milik keduanya. Meski sempat dilerai, tidak ada penyelesaian yang memadai, sehingga memicu kemarahan dan keinginan untuk menyelesaikan secara langsung.
Dampak Sosial dan Kebutuhan Edukasi

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa konflik harus diselesaikan secara damai. Selain itu, pentingnya edukasi tentang cara menyelesaikan sengketa tanah melalui jalur hukum atau lembaga resmi seperti pemerintah desa atau pengadilan.
Selama ini, banyak warga cenderung memilih tindakan anarkis ketika merasa dirugikan. Namun, hal ini justru berpotensi memperparah situasi. Oleh karena itu, perlu adanya program edukasi dan penguatan sistem hukum di tingkat lokal agar masyarakat lebih sadar akan hak dan kewajiban mereka.
Langkah Pemerintah dan Penegak Hukum
Pihak kepolisian telah menetapkan Buradi sebagai tersangka dalam kasus ini. Penyidikan dilakukan untuk mengetahui alur kejadian dan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam proses penyelesaian sengketa.
Sementara itu, pemerintah desa dan camat juga diminta untuk lebih aktif dalam mencegah konflik serupa. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi mediasi antar warga sebelum konflik memuncak.
FAQ
Apa penyebab utama duel carok antara dua saudara di Jember?
Konflik dipicu oleh sengketa batas tanah antara Sumarsono dan Buradi. Perselisihan ini berlangsung selama beberapa waktu dan akhirnya memuncak menjadi tindakan kekerasan.
Bagaimana proses penyelesaian konflik di Jember?
Biasanya, konflik dipecahkan melalui mediasi oleh pihak desa atau lembaga hukum. Namun, dalam kasus ini, proses tersebut tidak berhasil.
Apakah ada risiko konflik serupa terulang?
Ya, jika masyarakat tidak lebih waspada dan tidak memahami cara menyelesaikan sengketa secara hukum, risiko konflik serupa masih tinggi.
Apa langkah pemerintah dalam mencegah konflik?
Pemerintah desa dan camat diminta untuk lebih aktif dalam mencegah konflik, termasuk dengan memberikan edukasi dan memfasilitasi mediasi.
Bagaimana dampak sosial dari peristiwa ini?
Peristiwa ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait keamanan dan cara menyelesaikan masalah secara damai.
Kesimpulan
Peristiwa duel carok antara dua saudara di Jember menjadi bukti betapa pentingnya menyelesaikan konflik secara damai. Masalah sengketa tanah, yang seharusnya bisa diselesaikan melalui jalur hukum, justru berujung pada tindakan kekerasan. Diperlukan kesadaran kolektif dari masyarakat dan penguatan sistem hukum di tingkat lokal agar kejadian serupa tidak terulang lagi.












