Example 728x250
none

Ternyata Ini Lagu-lagu yang Didengarkan Teddy Adhitya

6
×

Ternyata Ini Lagu-lagu yang Didengarkan Teddy Adhitya

Share this article

Teddy Adhitya Bocorkan Musik yang Jadi Favoritnya, Ternyata Ini Lagu-Lagunya

Sebagai salah satu musisi ternama di Indonesia, Teddy Adhitya dikenal dengan gaya vokal yang khas dan kemampuan bermain alat musik yang luar biasa. Namun, di balik popularitasnya, ada sisi lain dari pria kelahiran 1992 ini yang jarang diketahui publik: ia ternyata sangat menyukai musik yang digemari oleh generasi Z. Hal ini tidak hanya sekadar ikut tren, melainkan murni karena ia memang mengagumi karya-karya musisi tersebut.

Musik yang Membentuk Gaya Teddy Adhitya

Teddy Adhitya dan Petra Sihombing sedang berkolaborasi

Teddy Adhitya mengakui bahwa lagu-lagu dari Kunto Aji dan Petra Sihombing menjadi favoritnya. Ia menilai kedua musisi ini memiliki lirik yang unik dan dalam, serta suara yang memikat. “Lagu mereka itu punya ciri khas yang membuat saya merasa terhubung,” ujarnya saat berbincang dengan detikcom di Main Stage.

Selain itu, Teddy juga bekerja sama dengan Petra Sihombing dalam sebuah proyek. Album yang dirilisnya, Semenjak Internet, menjadi salah satu yang paling sering ia dengarkan. Bahkan, ia juga turut serta dalam konser yang digelar di Velodrome Jakarta.

Mengapa Teddy Adhitya Menyukai Musik Gen Z?

Teddy Adhitya sedang mendengarkan musik di studio

Meski usianya sudah menginjak 32 tahun, Teddy Adhitya tidak pernah merasa jauh dari perkembangan musik. Ia menjelaskan bahwa ia tidak sekadar mengikuti tren, melainkan benar-benar menghargai setiap karya musik yang ia dengar. “Saya lebih banyak mendengarkan album daripada playlist. Itu cara saya untuk memahami makna dari setiap lagu,” tambahnya.

Ia juga mengaku tertarik pada karya-karya Bon Iver, meskipun ia sendiri mengakui bahwa ia masih cukup konvensional dalam mendengarkan musik. “Saya bukan pendengar playlist, tapi saya tidak pernah melewatkan Bon Iver,” katanya.

Pengaruh Musik pada Karya Teddy Adhitya

Teddy Adhitya sedang menulis lirik di meja kerja

Menurut Teddy, musik yang ia dengarkan tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memberikan inspirasi untuk karyanya sendiri. Ia mengatakan bahwa musik dari Petra Sihombing dan Kunto Aji memberinya wawasan baru tentang penulisan lirik dan penyampaian pesan melalui musik.

“Kunto Aji kadang-kadang memberi saya kekuatan untuk menghadapi situasi sulit. Sedangkan Petra Sihombing, saya merasa dia adalah salah satu penulis lagu bahasa Indonesia yang jenius,” ujarnya.

Musik sebagai Bentuk Ekspresi Diri

Teddy Adhitya sedang tampil di panggung utama

Teddy Adhitya juga menjelaskan bahwa musik menjadi bagian dari identitasnya. Ia percaya bahwa setiap musisi memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan melalui lagu. “Gen Z mungkin lebih suka lagu yang langsung dan tidak rumit. Saya merasa bahwa musik seperti itu bisa menyentuh hati secara langsung,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa ia sering menganalisis lagu-lagu yang ia dengar, terutama dari musisi seperti Hindia dan Baskara. “Saya suka mendengarkan lagu-lagu mereka sambil mencoba memahami maknanya,” imbuhnya.

Kesimpulan

Teddy Adhitya membuktikan bahwa musik tidak memiliki batas usia atau genre. Meski ia termasuk musisi senior, ia tetap terbuka terhadap perkembangan musik masa kini. Dengan mendengarkan lagu-lagu dari Kunto Aji, Petra Sihombing, dan bahkan Bon Iver, ia menunjukkan bahwa penggemar musik sejati selalu ingin belajar dan berkembang.

FAQ

Apa saja musisi yang disukai Teddy Adhitya?

Teddy Adhitya menyukai lagu-lagu dari Kunto Aji, Petra Sihombing, dan Bon Iver.

Mengapa Teddy Adhitya menyukai musik Gen Z?

Ia menganggap musik Gen Z lebih langsung dan mudah dipahami, serta memiliki makna yang dalam.

Apakah Teddy Adhitya pernah bekerja sama dengan Petra Sihombing?

Ya, Teddy Adhitya pernah bekerja sama dengan Petra Sihombing dalam sebuah proyek musik.

Bagaimana cara Teddy Adhitya mendengarkan musik?

Ia lebih suka mendengarkan album daripada playlist.

Apakah Teddy Adhitya masih konvensional dalam mendengarkan musik?

Ya, ia mengakui bahwa ia masih cukup konvensional dalam mendengarkan musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *