Example 728x250
Kabupaten

Pesta Sastra Khatulistiwa Kembali Digelar Tahun Ini

7
×

Pesta Sastra Khatulistiwa Kembali Digelar Tahun Ini

Share this article

Kusala Sastra Khatulistiwa Kembali Digelar Tahun Ini, Ajang Penghargaan untuk Karya Sastra Terbaik Indonesia

Kabar gembira bagi para penggemar buku di Tanah Air. Ajang penghargaan sastra bergengsi Kusala Sastra Khatulistiwa kembali digelar pada tahun ini. Sejak 2014, penghargaan yang awalnya dikenal sebagai Khatulistiwa Literary Award kini berubah nama menjadi Kusala Sastra Khatulistiwa. Selama lebih dari dua dekade, ajang ini telah menjadi wadah apresiasi terhadap karya-karya prosa dan puisi terbaik dari penulis Indonesia.

Perubahan Nama dan Semangat Baru

Pratiwi Juliani leading Kusala Sastra Khatulistiwa committee

Penghargaan ini awalnya didirikan oleh sastrawan ternama Richard Oh, yang meninggal pada 2022. Setelah kepergiannya, keluarga dan kerabat mendirikan Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia pada 2024. Yayasan ini bertujuan meneruskan semangat sang pendiri, dan kini Kusala Sastra Khatulistiwa dipimpin oleh Pratiwi Juliani.

Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa, Gema Mawardi, menjelaskan bahwa penghargaan ini tetap digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra terbaik sepanjang tahun. “Kusala Sastra Khatulistiwa diharapkan dapat memberi gambaran yang jernih dan jujur mengenai perkembangan sastra Indonesia dalam satu tahun penerbitan, sekaligus menjadi ruang apresiasi yang relevan bagi penulis, penerbit, dan pembaca,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Metode Pemilihan yang Lebih Inklusif

Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, and Nezar Patria reviewing manuscripts

Tahun ini, metode pemilihan karya sastra sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Kusala Sastra Khatulistiwa kini melibatkan komunitas-komunitas pembaca dan pembahas sastra untuk memberikan rekomendasi awal tentang karya-karya yang layak dipertimbangkan. Selain itu, pengumpulan karya dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu pengiriman buku oleh penulis dan penerbit, serta rekomendasi dari dewan juri.

Saat ini, sudah lebih dari 100 judul buku yang masuk, baik dari penerbit maupun penulis sendiri. Proses seleksi akan dilakukan oleh tiga kurator, yaitu Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria.

Kategori yang Diperlombakan

Book submissions for Kusala Sastra Khatulistiwa 2026

Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 menilai karya dalam tiga kategori utama, yaitu kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi. Karya-karya yang dinilai adalah yang diterbitkan oleh penulis tunggal untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2025.

Penerbit maupun penulis dapat mengirimkan dua eksemplar dari setiap karya yang diajukan, dengan tenggat waktu hingga 28 Februari. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan transparan, sehingga hanya karya terbaik yang akan mendapatkan penghargaan.

Dukungan dari Kementerian Budaya

Indonesian literature books being translated into foreign languages

Selain penghargaan, Kusala Sastra Khatulistiwa juga menjadi bagian dari upaya mempromosikan sastra Indonesia di tingkat nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenbud) juga turut mendukung program ini, termasuk dalam hal penerjemahan karya sastra ke dalam bahasa asing. Hingga saat ini, sudah ada 21 buku yang diterjemahkan ke berbagai bahasa internasional.

Penutup

Kusala Sastra Khatulistiwa tidak hanya sekadar ajang penghargaan, tetapi juga menjadi wadah penting untuk mengangkat kualitas sastra Indonesia. Dengan perubahan metode dan partisipasi komunitas, ajang ini semakin relevan dan inklusif. Bagi para penulis, penerbit, dan pembaca, Kusala Sastra Khatulistiwa menjadi simbol perjuangan dan dedikasi dalam dunia sastra.

(Read also: Gaung Suara Liyan di Buku-buku Sasti Gotama)


Pertanyaan Umum (FAQ)

1. Apa tujuan dari Kusala Sastra Khatulistiwa?

Tujuan utamanya adalah memberikan penghargaan kepada karya sastra terbaik sepanjang tahun, sekaligus menjadi wadah apresiasi bagi penulis, penerbit, dan pembaca.

2. Bagaimana mekanisme pemilihan karya?

Mekanisme pemilihan karya melibatkan komunitas pembaca dan pembahas sastra, serta dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh sastra ternama.

3. Kapan batas akhir pengajuan karya?

Batas akhir pengajuan karya adalah 28 Februari 2026.

4. Apa saja kategori yang diperlombakan?

Kategori yang diperlombakan adalah kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi.

5. Siapa saja kurator yang terlibat?

Kurator yang terlibat adalah Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *