Example 728x250
none

38 Hotel di Surabaya Kini Gunakan Produk UMKM

6
×

38 Hotel di Surabaya Kini Gunakan Produk UMKM

Share this article

Hotel di Surabaya Kini Jadi Pasar Baru bagi UMKM Lokal

Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata di Jawa Timur, kini menjadi tempat baru bagi UMKM lokal untuk berkembang. Sebanyak 38 hotel di Kota Pahlawan kini berkomitmen menggunakan produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Inisiatif ini bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat sekitar dengan memfasilitasi akses pasar yang lebih luas.



Kerja sama antara Pemerintah Kota Surabaya dan para pengelola hotel ini disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian daerah. Dengan jaringan hotel yang luas, produk lokal bisa lebih mudah dikenal dan digunakan oleh wisatawan maupun pengunjung. Hal ini juga menjadi peluang besar bagi warga untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup mereka.

Produk UMKM Jadi Penyokong Operasional Hotel

Produk UMKM dijual di luar hotel Surabaya

Dalam kerja sama ini, hotel-hotel di Surabaya akan mengandalkan produk-produk UMKM untuk memenuhi kebutuhan operasional harian. Mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan kamar seperti slipper, semua akan dipasok oleh pelaku usaha lokal. Dengan begitu, tidak hanya hotel yang untung, tetapi juga UMKM yang bisa menjangkau pasar yang lebih besar.



Data rekapitulasi menunjukkan bahwa kebutuhan bulanan hotel mencakup berbagai komoditas penting. Misalnya, 5,6 ton daging ayam, 600 kilogram daging sapi, 4,7 ton sayuran, 12 ton buah-buahan, serta 39.000 pasang slipper. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk mereka.

Dukungan Pemkot untuk Kualitas dan Pelatihan

Pelatihan UMKM di gedung pemerintah Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa kualitas produk UMKM harus sesuai standar yang ditetapkan hotel. Untuk itu, Pemkot Surabaya akan membantu melalui proses kurasi dan pelatihan agar UMKM mampu memenuhi persyaratan tersebut. Langkah ini diharapkan bisa memberikan ruang bagi warga miskin untuk naik kelas secara ekonomi.



“Negara harus hadir membantu warga miskin agar produknya naik kelas,” ujar Eri. Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada sektor bisnis, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial.

Sinergi dengan Asosiasi Hotel

Pertemuan antara pemilik hotel dan UMKM di Surabaya

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut baik kerja sama ini. Selain dukungan terhadap penggunaan produk UMKM, ia juga mengapresiasi kebijakan pengupahan yang diambil oleh Pemkot Surabaya. Revisi UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota) tahun 2026 dinilai memberikan ruang bagi hotel untuk lebih stabil secara finansial.



“Kami bisa terus bersinergi dengan UMKM demi kemajuan ekonomi Surabaya,” kata Puguh. Ia menambahkan bahwa penandatanganan kerja sama ini adalah tahap awal yang melibatkan hotel bintang dua hingga lima. Ke depan, jumlah hotel yang terlibat akan terus bertambah seiring dengan kesiapan pasokan dari pelaku usaha lokal.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Pengiriman barang dari UMKM ke hotel Surabaya

Meski ada banyak peluang, tantangan juga tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah konsistensi kualitas produk UMKM. Untuk itu, diperlukan program pengawasan dan pelatihan yang terus-menerus. Selain itu, infrastruktur logistik juga perlu ditingkatkan agar distribusi produk bisa lebih efisien dan cepat.



Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mendukung hal ini. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan UMKM lokal bisa semakin percaya diri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tidak hanya itu, keberadaan UMKM juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mendukung ekonomi lokal.

FAQ

Apa tujuan kerja sama antara hotel dan UMKM di Surabaya?

Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

Bagaimana Pemkot Surabaya mendukung UMKM dalam kerja sama ini?

Pemkot Surabaya memberikan pelatihan dan kurasi agar UMKM mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan hotel.

Apa saja produk yang disediakan UMKM untuk hotel?

Produk yang disediakan mencakup bahan pangan seperti daging, telur, sayuran, buah-buahan, serta perlengkapan kamar seperti slipper.

Apakah kerja sama ini hanya melibatkan hotel tertentu?

Awalnya, kerja sama ini melibatkan hotel bintang dua hingga lima. Namun, jumlahnya akan terus bertambah seiring kesiapan pasokan dari UMKM.

Bagaimana dampak kerja sama ini terhadap ekonomi masyarakat?

Dampaknya positif karena UMKM memiliki akses pasar yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup warga.

Kesimpulan

Kolaborasi antara 38 hotel di Surabaya dan UMKM lokal merupakan langkah penting dalam upaya membangkitkan perekonomian daerah. Dengan memanfaatkan jaringan hotel, UMKM memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan kualitas produk. Pemkot Surabaya juga berperan penting dalam memastikan kualitas dan kesiapan UMKM melalui pelatihan dan kurasi. Dengan dukungan yang kuat, UMKM di Surabaya bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *